oleh

Wallstreet di buka dengan warna merah, Saham perusahaan Technologi rontok lagi

Jakarta, lahanberita –
Kabar positif hadir dari Balai Obat dan Makanan AS (Food and Drug Administration/FDA) yang merekomendasikan vaksin besutan Johnson & Johnson untuk keperluan darurat di AS. Ini menjadi vaksin Covid-19 ketiga yang direkomendasikan setelah vaksin besutan Pfizer dan Modena.

Hari ini, Powell masih akan hadir di Capitol Hill dan berpidato di hadapan Komite Jasa Keuangan DPR AS. Investor juga akan memantau perkembangan sektor konstruksi menyusul rilis data penjualan rumah baru dan kinerja keuangan Lowe’s.

Saham Microsoft, Amazon, dan Apple menjadi pemberat pasar dengan koreksi lebih dari 1%, setelah mengalami koreksi tajam di awal perdagangan. Sebaliknya, saham energi dan keuangan masih kuat.

Sebaliknya, saham Tesla melesat lebih dari 2% setelah investor kakap Cathie Wood (melalui perusahaannya Ark Investment Management LLC) menyerok saham Tesla senilai US$ 120 juta tatkala terjadi aksi jual pada Selasa kemarin.

dikarenakan Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada Rabu (24/2/2021), menyusul anjloknya saham-saham teknologi yang mengaburkan peluang pergerakan ke zona hijau.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 11,6 poin (-0,04%) pukul 08:30 waktu setempat (21:30 WIB) dan 30 menit kemudian menjadi minus 29,5 poin (-0,09%) ke 31.507,88. S&P 500 turun 8,4 poin (-0,22%) ke 3.873,01 dan Nasdaq anjlok 88,2 poin (-0,65%) ke 13.377,02.

situs bandar judi slot online

Pergerakan tersebut menghentikan tren pembalikan pada Selasa di mana Dow Jones dan S&P 500 membalik koreksi akbar menjadi reli tipis. Di sisi lain, Nasdaq yang sempat ambrol 4% berakhir dengan koreksi 0,5% di penutupan.

Pembalikan arah kemarin terjadi setelah bos bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) Jerome Powell berpidato di depan Komite Perbankan Senat, Jerome Powell menilai inflasi masih “lunak” sehingga kebijakan sekarang akan dipertahankan.

Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS beberapa pekan terakhir naik karena kekhawatiran kebijakan moneter longgar AS akan berbalik jadi ketat. Yield obligasi tenor 10 tahun mencapai 1,4% atau menyentuh level tertinggi sejak Februari 2020.

Namun Marci McGregor, perencana investasi senior Bank of America Merrill Lynch, menilai sentimen pasar masih positif.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed