oleh

Viral Video Gerombolan Gadis ABG Mabuk Umpat Polisi di Sleman

Lahanberita.com, Sleman – Viral video gerombolan gadis ABG mabuk dan mengumpat polisi di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Video bermuatan konten asusila dan ujaran kebencian itu salah satunya diunggah oleh akun Instagram @cetul.22.

Dalam video itu, tampak gerombolan gadis ABG yang tengah berada di tempat hiburan malam. Saat itu, terlihat ada polisi yang hendak membubarkan kegiatan karena sudah melebihi jam operasional tempat hiburan saat pandemi Corona.

Akan tetapi, karena tidak terima ABG itu merekam video dan melontarkan kata-kata yang mengandung unsur asusila. Selain itu, dalam video juga terdapat tulisan yang menghina instansi kepolisian.

Video itu awalnya diunggah melalui IG story di akun Istagram salah satu ABG yakni @_alyasoyyy. Kemudian story itu menyebar luas di beberapa akun media sosial Instagram dan membuat polisi turun tangan.

Wadir Krimsus Polda DIY AKBP FX Endriadi menjelaskan video viral itu terjadi pada Minggu (20/6) malam di tempat hiburan malam di Sleman. Polisi saat ini telah menemukan ABG yang ada di video itu dan telah dimintai keterangan.

“Kita lakukan penyelidikan dan penelusuran oleh Subdit Cyber, sehingga kita bisa menemukan pengunggah video tersebut. Ini berpotensi pelanggaran UU ITE,” kata Endriadi di Mapolda DIY, Selasa (22/6/2021).

Ia menuturkan ada empat orang yang dimintai klarifikasi dan ada yang masih di bawah umur. Keempat perempuan itu yakni berinisial AH (16), DP (15), SS (18), dan AY (24). Semuanya merupakan warga Kabupaten Sleman.

“Minggu (20/6) malam kita sudah bisa mengidentifikasi para peng-upload tersebut. Kemudian hari Senin (21/6) siang kita sudah bisa minta klarifikasi keterangan dari pemilik akun Instagram tersebut,” ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui ABG dalam video itu terpengaruh minuman keras.

“Mereka lakukan itu karena terpengaruh karena ketidaksengajaan. Pengakuannya terpengaruh oleh minum minuman keras,” ungkapnya.

situs bandar judi slot online

Sementara itu, Kabid Humas Polda DIY Kombes Yuliyanto menjelaskan ada beberapa video yang ditelusuri oleh polisi. Dijelaskan Yuli, isi konten video itu diduga melanggar UU ITE.

“Potensi melanggar pasal 27 ayat 1 (UU ITE) karena di dalam video tersebut ada suara atau ada audio yang menurut penilaian khalayak umum itu tidak pantas diucapkan oleh anak-anak perempuan yang umurnya masih 16 tahun,” kata Yuli di kesempatan yang sama.

Dijelaskan Yuli, pada saat kejadian memang sudah melampaui jam operasional. Sehingga, polisi mengimbau untuk mematuhi aturan. “Nah yang bersangkutan merasa kecewa dengan imbauan yang dilakukan oleh polisi dan satgas COVID-19,” urainya.

“Setelah ada polisi di tempat tersebut, yang bersangkutan membuat video dan dalam perjalanan pulang di atas sepeda motor dia juga menyampaikan atau mengungkapkan kekesalannya dengan menggunakan kata-kata yang tidak pantas,” sambungnya.

Polisi, kata Yuli, untuk saat ini memutuskan tidak membuat laporan polisi model A. Sehingga dalam kasus ini keempat ABG itu tidak ada yang dijadikan tersangka.

Akan tetapi, jika polisi menerbitkan laporan polisi model A maka ada satu orang yang berpotensi menjadi tersangka yakni inisial AH. Sebab, ia yang merekam dan mengunggah video itu di akun Instagram miliknya.

“Kemudian yang bisa saya sampaikan yang berpotensi menjadi tersangka berpotensi menjadi tersangka seandainya ini menjadi LP adalah inisial AH umurnya 16 tahun. Sementara yang lain inisial DP, SS, dan AY posisinya sebagai saksi,” ungkapnya.

Menurut Yuli, keputusan ini diambil sebagai salah satu langkah edukasi kepada masyarakat agar bijak dalam bermedia sosial.

“Tujuannya adalah kita berharap yang bersangkutan menyadari potensi pelanggaran yang dia lakukan,” jelasnya.

“Kedua juga pembelajaran bagi publik bahwa ada etika bermedsos, ada etika bergaul di media sosial yang itu potensi untuk terjadi tindak pidana undang-undang ITE dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed