oleh

Viral ! Pria Kanada Punya Saudara Kandung 150 Orang !

British Columbia -Bagaimana rasanya punya lebih dari seratus saudara kandung? Tanyakan saja pada Murray Blackmore.

Pria asal Kanada ini membagikan kisahnya di TikTok dan jadi viral. Murray Blackmore, yang berasal dari keluarga penganut poligami, mengaku memiliki ayah dengan 27 istri dan 150 saudara.

Dia sendiri merupakan anak ke-65. Pernikahan orangtua kandungnya menghasilkan 10 saudara seayah-seibu.

Punya banyak anak, orangtua Murray Blackmore punya cara sendiri untuk mengenali dan mengawasi mereka. Salah satunya dengan memberi ‘kode’ pada nama masing-masing.

Ada suka dan duka yang dirasakan Murray Blackmore karena tinggal dengan ratusan anak lainnya. Dia mengaku kurang mendapat perhatian dari orangtuanya, dan itu sangatlah dimaklumi, karena ada 150 anak yang harus mereka urus.”Orangtuaku menamai semua anak yang lahir di tahun yang sama dengan huruf depan sama. Jadi semua anak yang umurnya sama denganku namanya berawalan huruf ‘M’,” katanya.

“Aku sangat menginginkan perhatian dari orangtuaku, tapi mereka tidak bisa memberikannya. Sangat mustahil memang memberi perhatian yang sama jika punya anak begitu banyak,” tuturnya.

Namun pria yang tinggal di British Columbia ini bersyukur karena ada saudara-saudara yang selalu bersamanya. Ia juga memiliki kakak yang menjadi panutan.

“Ketika punya banyak kakak dan adik, kamu tidak pernah benar-benar merasa kesepian karena selalu ada seseorang yang diajak berinteraksi,” kisahnya.

Murray Blackmore dan ke-149 saudara, ayah serta 27 ibunya tinggal bersama dalam satu kompleks dengan beberapa bangunan. Untuk anak-anak yang sudah beranjak remaja seperti dirinya, mereka menempati bangunan yang diberi nama Motel House.

Keluarga Murray Blackmore merupakan penganut kepercayaan Mormon yang menjalani kehidupan poligami. Namun belum lama ini ia memutuskan untuk keluar dan menjadi ex-Mormon. Baginya gaya hidup seperti itu tidak cocok untuknya.

“Lahir dan besar di sana, selalu ada satu bagian dari hidupku yang tidak pernah merasa terhubung dengan kepercayaan Mormon. Aku bergabung dengan gereja agar merasa memiliki keluarga. Tapi setelah dewasa aku memutuskan bahwa jalan ini bukanlah untukku,” paparnya.

Dalam esai yang diterbitkan di situs mereka, Gereja Mormon mengatakan “perkiraan kasar” jumlah istri Smith berkisar antara 30 sampai 40, termasuk perempuan berusia 14 tahun dan wanita lain yang telah menikah.

Gereja Mormon melarang poligami pada 1890 dan mengeluarkan siapapun yang melakukan poligami.

Para pemimpin gereja sebelumnya menggambarkan Joseph Smith menikah dengan seorang perempuan.

Namun esai -berjudul Perkawinan Plural di Kirtland dan Nauvoo- menyebutkan, “Joseph menikah dengan banyak istri dan mengizinkan pemimpin lainya untuk mempraktikkan perkawinal plural.”

‘Tak berhubungan seks dengan semua istri’

Esai itu menyebutkan “perkawinan plural sulit bagi semua yang terlibat.”

Bagi istri pertama Joseph Smith, Emma, poligami merupakan “cobaan yang menyakitkan”.

Sebagian besar wanita berusia antara 20 sampai 40 tahun saat dinikahi oleh Smith, menurut esai itu.

Istri termuda adalah Helen Mar Kimball, putri teman baiknya yang ia nikahi “beberapa bulan sebelum berusia 15 tahun”.

Esai juga menyebutkan Joseph Smith, yang dianggap sebagai nabi, tidak melakukan hubungan seksual dengan semua istrinya karena sebagian “disimpan” untuknya bagi kehidupan berikutnya.

Agama yang bermarkas di Utah -secara resmi disebut Church of Jesus Christ Latter-day Saints- memiliki pengikut lebih dari 15 juta orang di seluruh dunia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed