oleh

Utang Rp 2,61 T Tommy Soeharto Kena Panggilan !!!

Jakarta -Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto dipanggil oleh Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Dia diminta menghadap pada besok hari (26/8).

Selain Tommy, Satgas juga memanggil Ronny Hendrarto Ronowicaksono. Keduanya dipanggil atas nama pengurus PT Timor Putra Nasional. Mereka diminta hadir di Gedung Syafrudin Prawiranegara, Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat pada pukul 15.00 WIB.

Adapun pemanggilan ini dengan agenda penyelesaian hak tagih negara dana BLBI di mana berdasarkan jumlah piutang negara 24 Juni 2009 sebesar Rp 2.612.287.348.912,95 atau Rp 2,61 triliun.

Satgas menyatakan, dalam hal obligor/debitur tidak memenuhi kewajiban penyelesaian hak tagih negara, maka akan dilakukan tindakan sebagaimana peraturan perundang-undangan. Pengumuman panggilan penagihan itu diteken Ketua Satgas Rionald Silaban.

situs bandar judi slot online

“Masih terus kita kerjakan, kita terus memetakan dan berusaha mendapatkan aset terlebih dahulu untuk kita eksekusi,” kata Rionald beberapa waktu lalu.Satgas BLBI sendiri melaporkan sampai saat ini masih terus mengejar aset debitur yang terlibat dalam BLBI sebesar Rp 110,45 triliun.

Rionald yang juga sebagai Direktur Jenderal Kekayaan Negara pernah mengatakan bahwa pihaknya akan menyelesaikan tugas sesuai tenggat waktu yang diberikan yakni Desember 2023.

“Mengenai tindakan apa yang saya ambil, saya mungkin tidak akan sampaikan karena itu bagian dari proses. Tapi percayalah kami kerja cepat mungkin karena kami tahu waktu kami hanya sampai Desember 2023,” ujarnya.

Hutomo Mandala Putra (lahir 15 Juli 1962), umumnya dikenal sebagai Tommy Suharto, adalah seorang pengusaha Indonesia, politisi, dan pembunuh terpidana. Putra bungsu Suharto, Presiden kedua Indonesia, ia telah lama memiliki reputasi nepotisme, korupsi, dan playboy. Dia menjadi terkenal karena menugaskan pembunuhan seorang hakim yang menghukumnya karena korupsi. Dia dihukum karena pembunuhan pada tahun 2002 dan dijatuhi hukuman 15 tahun penjara, tetapi dibebaskan dalam waktu kurang dari empat tahun. Sejak 2020, ia terlibat sengketa kepemimpinan dengan Muchdi Purwopranjono soal penguasaan Partai Berkarya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed