oleh

Timo Tjahjanto Siap Menjadi Sutradara Remake Film Train to Busan??

Sineas asal Indonesia, Timo Tjahjanto, siap menjadi sutradara proyek pembuatan ulang film hit berlatar Korea Selatan, Train to Busan.                                  Ilustrasi film Train to Busan

JakartaSineas asal Indonesia, Timo Tjahjanto, siap menjadi sutradara proyek pembuatan ulang film hit Korea Selatan, Train to Busan.

Timo mengonfirmasi langsung kabar tersebut melalui kicauan di Twitter pada Jumat (19/2). Dalam kicauan itu, Timo mengomentari pemberitaan mengenai proyek pembuatan ulang Train to Busan.

“Saya siap,” tulis Timo.

Dalam proyek ini, Timo akan bekerja sama dengan Gary Dauberman sebagai penulis naskah. Sebelumnya, ia dikenal sebagai penulis naskah sejumlah film dari waralaba The Conjuring.

Remake Train to Busan ini akan digarap di bawah naungan rumah produksi New Line dengan produser James Wan yang mewakili Atomic Monster.

“Ini sangat menakutkan sekaligus menyenangkan. Naskah Gary benar-benar gila dan rekan-rekan di Atomic Monster & New Line sangat sangat ahli di bidangnya,” tulis Timo.

Pihak Kami sudah menghubungi Timo, tapi ia belum dapat membeberkan lebih jauh detail proyek ini.

situs bandar judi slot online

Sebagaimana keterangan Timo, nama-nama dalam proyek ini memang sudah dikenal di genre thriller. Proyek ini bakal menjadi ajang reuni New Line dengan Wan dan Dauberman.

Sebelumnya, mereka bekerja sama dalam penggarapan sejumlah film di semesta The Conjuring, termasuk tiga film Annabelle dan The Nun.

Timo sendiri sudah tak asing dengan genre thriller. Sebelumnya, ia menyutradarai film thriller laga The Night Comes for Us yang tayang di Netflix, juga Headshor (2016) dan Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 (2020).

Ia juga terlibat dalam proyek film horor antologi V/H/S 94. Reboot dari seri waralaba V/H/S ini juga melibatkan sederet sutradara lain.

Sementara itu, Train to Busan merupakan film thriller yang bercerita tentang serangan zombi di satu kereta dalam perjalanan ke Busan. Film yang disutradarai oleh Yeon Sang-ho ini tayang perdana di Festival Film Cannes pada 2016.

Sejak muncul pertama kali di layar lebar, film ini dengan cepat merajai box office internasional dan sukses besar di sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Empat tahun kemudian, sekuel Train to Busan meluncur ke layar lebar dengan judul Train to Busan: Peninsula yang dirilis pada 2020.

Dengan kesuksesan ini, hak izin produksi Train to Busan pun diperebutkan sejumlah studio besar untuk membuat ulang film tersebut dan menjadikannya waralaba. Persaingan tersebut akhirnya dimenangkan oleh New Line Cinema.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed