oleh

Telah Terditeksi, Ada Suara Misterius Dari Planet Venus

Jakarta – NASA mendapatkan bonus dalam penyelidikannya menuju Matahari. Saat melewati Venus, wahana Parker Solar Probe NASA menangkap sinyal radio alami yang misterius.

Untuk diketahui, misi dari Parker Solar Probe NASA adalah berada di dekat Matahari. Tetapi untuk melakukan itu, Parker Solar Probe perlu memperlambat kecepatannya sebelum mendekat.

Hal ini dilakukan dengan terbang cukup dekat ke Venus sehingga gravitasi dan atmosfernya akan menurunkan kecepatannya. NASA juga melihat ini sebagai kesempatan untuk mengukur atmosfer Venus untuk pertama kalinya dalam hampir 30 tahun.

Saat melakukan proses tersebut, Parker Solar Probe menangkap sinyal radio. Sinyal tersebut kemudian diterjemahkan NASA menjadi suara yang bisa kalian dengarkan di bawah ini.”Tujuan terbang di Venus adalah untuk memperlambat pesawat luar angkasa sehingga Parker Solar Probe dapat terbang lebih dekat ke Matahari,” kata ilmuwan Parker Solar Probe, Nour E Raouafi dikutip dari IGN, Kamis (6/5/2021).

“Tapi kami tidak akan melewatkan kesempatan untuk mengumpulkan data sains lainnya dan memberikan wawasan unik tentang planet misterius seperti Venus,” tambahnya.

Pembacaan sinyal radio ini berasal dari instrumen FIELDS. Ketika probe dekat dengan Venus, instrumen FIELDS mendeteksi sinyal radio frekuensi rendah alami hanya selama tujuh menit dan data ini menarik perhatian Glyn Collison dari Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA, ilmuwan utama dalam penelitian ini. Dia mengenali bentuk dan kekuatan sinyalnya, namun tidak bisa memastikannya.

situs bandar judi slot online

Keesokan harinya, Collison menyadari sinyal serupa pernah ditemuinya dari beberapa pekerjaan sebelumnya. Pernah ada sinyal yang mirip muncul ketika pengorbit Galileo NASA melewati ionosfer bulan Jupiter di awal tahun 2000-an.

“Seperti Bumi, Venus memiliki lapisan gas bermuatan listrik di tepi atas atmosfernya, yang disebut ionosfer. Lautan gas bermuatan, atau plasma, secara alami memancarkan gelombang radio yang dapat dideteksi oleh instrumen seperti FIELDS. Ketika Collison dan timnya mengidentifikasi sinyal itu, mereka menyadari Parker Solar Probe telah menelusuri atmosfer atas Venus,” tulis NASA.

Tim di balik penelitian tersebut menggunakan sinyal radio dari Venus untuk menghitung kepadatan ionosfer yang dilewati wahana, sesuatu yang belum pernah dilakukan sejak passthrough Pioneer Venus Orbiter tahun 1992.

Data yang diperoleh dari wahana itu dan pada tahun-tahun berikutnya tampaknya menunjukkan bahwa ionosfer lebih tipis selama fase tenang Matahari yang dikenal sebagai minimum matahari. Teori itu tidak mungkin untuk dikonfirmasi, tetapi penerbangan Parker Solar Probe mungkin mengubahnya.

Venus dan Bumi telah lama disebut sebagai planet kembar. Keduanya lahir dari proses yang sama, keduanya berbatu, dan ukuran serta susunan strukturalnya sangat mirip, tetapi bukan berarti tidak ada perbedaan.

Venus tidak memiliki medan magnet seperti Bumi, dan jika manusia mencoba berjalan di permukaan planet tersebut seperti yang mereka lakukan di Bumi, kemungkinan besar mereka akan mati seketika karena permukaannya sangat panas hingga bisa melelehkan timah.

NASA mengatakan bahwa paling banyak, pesawat ruang angkasa hanya bertahan beberapa jam di planet ini. Terlepas dari betapa sulitnya mempelajari Venus, ini adalah misi ilmiah yang penting karena bisa membantu para ilmuwan memahami bagaimana si kembar ini berevolusi, dan apa yang membuat planet mirip Bumi ini dapat dihuni atau tidak.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed