oleh

Sungai Gangga India Picu Kepanikan Warga, Banyak Tumpukan Mayat

Lahanberita.com, Jakarta – Lebih banyak mayat ditemukan terapung di Sungai Gangga India, Sabtu (15/5). Desa Gahmar di Ghazipur, Uttar Pradesh mencatat sekitar 100 mayat ditemukan di tepian sungai pada pekan ini. Kejadian ini pun memicu kepanikan di antara penduduk desa karena area sungai telah berubah menjadi tumpukan mayat.

“Melihat kondisi badan, nampaknya jenazah sudah tua. Beberapa di antaranya mungkin datang terapung dari kabupaten lain juga. Ini telah mengubah seluruh area menjadi tumpukan mayat,” ujar seorang warga bernama Akhand Pratap Singh.

Pemuka agama Hindu setempat, Dhanjay Pandey, menyebut bahwa warga sekitar pun mulai takut untuk mandi di kawasan Sungai Gangga. “Orang-orang sangat takut sehingga mereka bahkan tidak datang ke sini untuk mandi setelah membaca dan menonton berita bahwa lebih dari 40-50 mayat ditemukan dan beberapa di antaranya diduga positif virus corona meskipun mereka percaya pada Gangga.”

Otoritas setempat mulai mengambil sikap dengan mengimbau warga untuk tidak membawa jenazah ke lokasi yang tidak seharusnya.

situs bandar judi slot online

“Kami melengkapi tempat kremasi dengan cara yang lebih baik dan menyebarkan kesadaran di antara orang-orang bahwa mereka tidak boleh membawa jenazah ke mana pun kecuali di tempat yang ditentukan. Kami akan memastikan semua fasilitas tersedia untuk mereka. Tidak akan ada masalah dalam melakukan ritual terakhir sesuai ritual dengan cara yang bermartabat. Jika tim kami menemukan tubuh seperti itu mengambang, maka kami juga akan melakukan ritual terakhir mereka dengan cara yang bermartabat,” jelas Hakim Distrik Ghazipur Mangala Prasad Singh.

Kejadian ini diperkirakan dipicu kemiskinan dan ketakutan akan COVID-19 oleh para warga di daerah terpencil. Hal ini disampaikan Manoj Kumar Singh, pejabat senior di India, kepada para bupati, seperti dilaporkan Reuters.

Singh dalam memo tersebut mengatakan kurangnya dana untuk membeli bahan-bahan seperti kayu bakar untuk kremasi, kepercayaan agama di beberapa komunitas, dan keluarga yang meninggalkan korban COVID-19 karena takut penyakit, adalah di antara kemungkinan alasan lonjakan pembuangan jenazah di Sungai Gangga.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed