oleh

Saham Melonjak Pesat, PPnBM Dinilai Efektif Ningkatkan Perfoma Dunia Otomotif

Saham Otomotif Mulai Menari-nari, Pajak 0% Jualan Mobil Laris

Jakarta, LAHANBERITA – Saham emiten otomotif kompak menguat pada awal perdagangan hari ini. Penguatan ini seiring laporan adanya peningkatan penjualan mobil secara signifikan pasca-berlakunya relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) pada 1 Maret lalu.

Berikut gerak lima saham otomotif pagi ini, pukul 09.35 WIB:

  1. Indomobil Sukses Internasional (IMAS), saham +1,70%, ke Rp 1.195, transaksi Rp 5 M
  2. Indomobil Multi Jasa (IMJS), +1,27%, ke Rp 318, transaksi Rp 402 juta
  3. Selamat Sempurna (SMSM), +1,14%, ke Rp 1.330, transaksi Rp 665 juta
  4. Astra International (ASII), +0,91%, ke Rp 5.525, transaksi Rp 33 M
  5. Astra Otoparts (AUTO), +0,43%, ke Rp 1.165, transaksi Rp 463 juta

Saham emiten Indomobil Group IMAS memimpin penguatan dengan naik 1,70% ke Rp 1.195/saham dengan nilai transaksi Rp 5 miliar.

Dengan penguatan ini saham IMAS melanjutkan penguatan sejak Jumat lalu, yang ditutup melonjak 2,62% ke Rp 1.175/saham.

Seperti induknya IMAS, IMJS juga ikut menguat 1,27% ke Rp 318/saham dengan nilai transaksi Rp 402 juta.

Kemudian, sang ‘raja otomotif’ ASII pun tidak mau ketinggalan momentum, dengan terapresiasi 0,91% ke Rp 5.525/saham dengan nilai transaksi Rp 33 miliar. Penguatan ini membuat ASII melanjutkan aktivitas di zona hijau setelah Jumat lalu juga menguat 0,92% ke Rp 5.475/saham.

Tidak mau kalah dengan sang induk ASII, AUTO, juga mencatatkan kenaikan sebesar Rp 0,43% ke Rp 1.165/saham dengan catatan transaksi Rp 463 juta.

Sebelumnya, para agen pemegang merk (APM) melaporkan sudah ada peningkatan penjualan mobil secara signifikan.

 

 


Foto: Petugas melakukan pengecekan fisik kendaraan sebelum di kirimkan ke pelanggan di Dealer Honda Sawangan, Depok, Jawa Barat (17/9/2020). Kementerian Perindustrian mengusulkan relaksasi pajak pembelian mobil baru sebesar 0 persen atau pemangkasan pajak kendaraan bermotor (PKB).

 

 

Pengertian Pajak Penjualan Atas Barang Mewah ( PPnBM )

Berdasarkan undang-undang yang berlaku di Indonesia, Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) merupakan pajak yang dikenakan pada barang yang tergolong mewah yang dilakukan oleh produsen (pengusaha) untuk menghasilkan atau mengimpor barang tersebut dalam kegiatan usaha atau pekerjaannya.

“Sejak dikeluarkannya kebijakan ini beberapa hari lalu, perusahaan otomotif melaporkan peningkatan penjualan,” ujar Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri dalam siaran pers yang diterima, Minggu (14/3/2021).

Febri menanggapi hasil telesurvei yang dilakukan Lembaga Survei KedaiKOPI mengenai Persepsi Relaksasi PPnBM. Survei tersebut dilakukan kepada 800 responden dan hasilnya 74,9 persen menyatakan bahwa kebijakan tersebut sudah adil dan 77,6 persen menyatakan kesetujuannya terhadap relaksasi PPnBM ini. Namun demikian, 99,2 persen responden menyatakan tidak akan membeli mobil baru dalam masa relaksasi PPnBM ini.

situs bandar judi slot online

Sementara itu, beberapa perusahaan melaporkan peningkatan penjualan yang cukup tajam sejak kebijakan ini bergulir. Marketing Director PT Toyota Astra Motor, Anton Jimmy mengatakan, penjualan mobil Toyota yang mendapatkan insentif PPnBM mengalami peningkatan signifikan. Ini terlihat dari total surat pembelian kendaraan (SPK) yang dikeluarkan.

“Dari data 1-8 Maret 2021, untuk Avanza, Sienta, Rush, dan Yaris, SPK-nya naik sekitar 94-155% kalau dibandingkan dengan SPK bulan Februari di tanggal yang sama,” ungkapnya. Sementara untuk Vios, yang mendapatkan diskon terbesar hingga Rp65 juta imbas dari insentif ini, penjualannya naik lebih besar lagi karena sebelumnya permintaannya memang tidak banyak.

Peningkatan SPK juga terjadi pada penjualan mobil Honda. Business Innovation and Sales & Marketing PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy mengungkapkan kenaikan penjualan sekitar 40-50% dibandingkan dengan periode yang sama bulan sebelumnya.

“Khususnya untuk model yang mendapatkan insentif pajak, peningkatan naik lebih dari 60% dibanding seminggu pertama bulan Februari lalu, growth tertinggi ada di HRV 1,5 liter,” tuturnya.

Sedangkan Daihatsu, mencatatkan kenaikan SPK terjadi dalam seminggu saat berlakunya insentif pajak pembelian mobil baru tersebut. Tidak hanya pada model-model yang mendapatkan insentif ini, tetapi juga model yang tidak mendapatkan insentif.

Untuk model yang mendapatkan insentif seperti Xenia, Terios, Luxio, dan Gran Max MB, SPK-nya melonjak sekitar 40%. Sedangkan model-model lainnya seperti Ayla, Sigra, Sirion, Gran Max PU, Gran Max Blindvan penjualannya naik sekitar 20 persen.

“Untuk stok model yang mendapat insentif PPnBM khususnya di bulan-bulan periode relaksasi tersebut tentunya akan kami atur seoptimal mungkin agar seimbang antara demand dan supply yang ada,” kata Hendrayadi, Marketing and Customer Relation Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation.

Berikutnya, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales (MMKSI) mengungkapkan adanya peningkatan jumlah pesanan, setelah insentif Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) diterapkan mulai Senin (1/3). Tercatat ada dua produk Mitsubishi yang mendapatkan Insentif PPnBM, yaitu Xpander dan Xpander Cross.

“Jumlah SPK minggu pertama Maret 2021 terjadi peningkatan yang cukup signifikan untuk Xpander, jika dibandingkan periode yang sama di Februari 2021,” kata Irwan Kuncoro, Director of Sales & Marketing Division MMKSI.

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengklaim selama empat hari berlakunya relaksasi PPnBM, permintaan mobil Suzuki naik 100 persen dibanding periode yang sama bulan Februari 2021. “Sejauh ini dari data yang kami pantau, permintaan mobil Suzuki naik 100 persen,” kata Donny Ismi Saputra, 4W Marketing Director PT SIS.

Donny mengatakan bahwa Suzuki memiliki dua model yang mendapatkan relaksasi PPnBM nol persen. Kedua model itu adalah Suzuki Ertiga dan Suzuki XL7. “Kami memperkirakan kenaikan penjualan untuk kedua model itu sekitar 20 persen. Tetapi bisa saja terus berkembang,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed