oleh

Punya Limit 30M ! Ahok Bisa Beli Apa Saja Dengan Fasilitas Kartu Kredit Pertamina , Tapi di STOP !

Jakarta – 

LAHANBERITA –

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengungkapkan alasan detil penghapusan fasilitas kartu kredit dewan direksi, komisaris, hingga manajer perusahaan.

Ahok menyebut penghapusan dilakukan untuk menghemat pengeluaran perusahaan.

“Kebijakan untuk penghematan saja. Astra group begitu besar saja tidak ada fasilitas kartu kredit perusahaan,” jelasnya kepada lahanberita.com lewat pesan instan, Selasa (15/6).

 

Eks gubernur DKI Jakarta ini menyebut fasilitas kartu kredit telah diberikan kepada pejabat Pertamina sejak lama. Sayangnya, ia tak merincikan sejak kapan fasilitas diberikan.

Ia menyebut penghapusan kartu kredit dapat menghemat pengeluaran Pertamina. Pasalnya, limit yang diberikan oleh perusahaan cukup besar.

“Yang saya dapatkan buat saya sebagai Komut dengan limit Rp30 miliar,” ucapnya.

Sebelumnya, Ahok mengungkapkan bahwa perusahaan bakal menghapus fasilitas kartu kredit bagi dewan direksi, komisaris, hingga manajer.

situs bandar judi slot online

Kartu kredit yang diterima Ahok dikeluarkan oleh Bank Mandiri dengan jenis Platinum Corporate Card. Platinum Corporate Card ini menampilkan logo Pertamina juga sebagai identitas perusahaan.

Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rudi As Aturridha mengatakan pemberian limit Corporate Card ini memang tergantung dari masing-masing perusahaan.

“Corporate Card ini tergantung dari perusahaannya,” kata Rudi.

Dengan limit yang mencapai Rp 30 miliar ini, Ahok bisa saja membeli 3 Ferarri 458 Italia Spider yang kurang lebih berharga Rp 10 miliar.

Ia meminta fasilitas tersebut dihapus dengan tujuan untuk mempermudah dalam melakukan kontrol dan mencegah pemanfaatan yang tidak kaitannya dengan perusahaan.

Ahok menjelaskan fasilitas kartu kredit ini memiliki potensi penyalahgunaan yang besar. Dia menyebut pemakaiannya bisa tidak tepat sasaran. Di sisi lain, fasilitas ini menurutnya tak memiliki imbas untuk memajukan kinerja perusahaan.

“Kontrol dari kemungkinan pemakaian yang tidak tepat sasaran dan tidak ada hubungannya dengan memajukan kinerja perusahaan,” ungkap Ahok.

Bahkan, perusahaan besar lainnya, Astra misalnya tidak pernah memiliki fasilitas semacam ini. Yang jelas, Ahok menegaskan pihaknya saat ini ingin merapikan semua pengeluaran keuangan, jangan sampai ada pemborosan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed