oleh

Pria Paksa Istri Tidur di Kandang Babi & Makan Sampah, Sungguh Tega Perlakuan Pria Ini

LahanBerita.com, Jakarta – Seorang pria yang berasal dari provinsi Heilongjiang, China, dikabarkan tega menyiksa istrinya sendiri selama tiga tahun belakangan. Pria tersebut memaksa sang istri untuk bekerja, tidur di kandang babi, serta makan sampah. Yang membuat banyak pihak merasa lebih kesal adalah karena hukuman bagi sang suami dianggap terlalu ringan.

Seperti dikutip dari South China Morning Post, pria yang bernama Wu Hongbo itu kerap kali menyiksa istrinya dengan bantuan ibunya. Keduanya kini telah diadili secara terpisah.

Berdasarkan keputusan pengadilan yang dibuat pada awal April dan kini telah tersebar secara online, Wu Hongbo hanya mendapat hukuman penjara 18 bulan. Hukuman tersebut yang kemudian menimbulkan keributan di kalangan pengguna internet. Banyak yang menyebut bahwa hukuman itu terlalu ringan.

“Hanya satu setengah tahun penjara? Apakah ini benar-benar peringatan bagi masyarakat? Atau hanya mengatakan itu bukan masalah besar untuk melecehkan istrimu?” komentar salah satu netizen di Weibo, aplikasi media sosial China.

“Pria itu menghancurkan istrinya seumur hidup, namun dia hanya mendapat hukuman penjara satu setengah tahun,” tambah netizen lain.

Menurut hukum pidana China sendiri, anggota keluarga yang terlibat kasus pelecehan serius yang tidak mengakibatkan cedera parah atau kematian bisa dijatuhi hukuman hingga dua tahun penjara. Sedangkan untuk pelecehan yang menyebabkan cedera serius atau kematian bisa dijatuhi hukuman dua hingga tujuh tahun penjara.

situs bandar judi slot online

Wu Hongbo yang berusia 39 tahun itu menikah dengan Yu, wanita 30 tahun pada 2017 di Mingshui. Tak lama setelah menikah, Wu kabarnya mulai melakukan pelecehan dan penyiksaan kepada iistrinya, Yu.

Yu mengatakan kepada pengadilan rakyat Mingshui bahwa suami dan mertuanya telah melecehkan dirinya secara verbal dan juga fisik. Yu dipaksa untuk melakukan pekerjaan berat tanpa diberi makan. Tak hanya itu saja, Yu juga disuruh untuk tinggal di kandang babi.

Salah seorang saksi juga mengatakan dirinya mendengar bahwa ibu mertuanya itu memukuli Yu. Wajah Yu pun tampak selalu penuh dengan luka-luka. Saksi tersebut juga mengaku sering melihat Yu mencoba mencari makanan di tempat sampah. Hal itu yang kemudian membuat Yu mengalami penurunan berat bada yang ekstrem.

Saksi lain yang melihat keadaan tubuh Yu kemudian merasa iba dan membawanya ke rumah sakit. Setelah diperiksa diketahui bahwa Yu memiliki banyak luka-luka di sekujur tubuhnya. Yu mengalami penggumpalan darah di wajah, telinganya rusak, pangkal hidung patah, patah tulang di pergelangan tangan kanan, jari tengah, serta tulang rusuk.

Desember lalu pihak pengadilan mengatakan bahwa Zou, ibu mertuanya telah menyiksa Yu berkali-kali. Seharusnya suaminyalah yang menghentikan hal tersebut, namun itu tak dilakukannya.

Wu kemudian dianggap telah melakukan kejahatan berat dengan melecehkan Yu secara fisik dan mental. Dia lalu dijatuhi hukuman 18 bulan penjara. Namun Wu mengajukan banding setelahnya. Tetapi pihak pengadilan menolaknya dan mengukuhkan hukuman Wu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed