oleh

Pakai Kotoran Sapi Tangkal COVID-19 , India Benar – Benar Darurat !

Jakarta –LAHANBERITA -Warga India meyakini, kotoran sapi dapat menangkal Covid-19. Menanggapi fenomena ini, dokter di India memperingatkan praktik penggunaan kotoran sapi berbahaya karena bisa berisiko menyebarkan penyakit lain. Dokter juga bilang, hingga saat ini, tidak ada bukti ilmiah untuk keefektifannya.

Tim lahanberita memberitakan, pandemi virus corona telah menyebabkan kehancuran di India, di mana saat ini total kasus sudah mencapai 22,66 juta dengan angka kematian mencapai 246.116 kasus.

Para ahli mengatakan, jumlah sebenarnya bisa lima hingga 10 kali lebih tinggi, dan warga di seluruh negeri berjuang untuk mendapatkan tempat tidur rumah sakit, oksigen, atau obat-obatan. Sehingga, banyak warga yang meninggal akibat kurangnya perawatan.

Dokter ternama di India memperingatkan bahaya terapi kotoran sapi yang tengah heboh di India. Dipercaya bisa menangkal COVID-19, tapi berisiko menyebarkan penyakit lain.

“Tidak ada bukti saintifik konkret bahwa kotoran sapi dan urine sapi bisa meningkatkan imunitas terhadap COVID-19, ini semata berdasarkan kepercayaan,” tegas Dr JA Jayalal dari Indian Medical Association, dikutip dari Khaleejtimes, Rabu (12/5/2021).

situs bandar judi slot online

“Ada juga risiko kesehatan saat melumurkan dan mengonsumsi benda tersebut, penyakit lain bisa menyebar dari hewan ke manusia,” lanjutnya.

Di negara bagian Gujarat, bagian barat India, beberapa prang meyakini dengan datang ke kandang sapi sekali sepekan dan melumuri tubuhnya dengan kotoran sapi dan urine sapi, imunitas akan meningkat. Jika sudah terinfeksi, dipercaya bakal cepat sembuh.

Sembari menunggu giliran dilumuri kotoran sapi, warga melakukan ritual tertentu seperti memeluk dan menghormati sapi, atau melakukan yoga untuk semakin meningkatkan sistem imun.

Risiko lain yang muncul dari praktik terapi kotoran sapi adalah kerumunan yang terjadi.

Simak Video “Sejumlah Warga India Percaya Kotoran Sapi Cegah Corona, Ini Kata Dokter

“Kami melihat, bahkan dokter datang ke sini. Mereka yakin bahwa terapi ini meningkatkan kekebalan dan dapat pergi dan merawat pasien tanpa rasa takut,” kata Gautam Manilal Borisa, manajer asosiasi perusahaan farmasi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed