oleh

Mengerikan ! 50 Orang Meninggal Dalam Bentrok Aparat Myanmar dan Warga

Hari Paling Berdarah Kudeta Myanmar, 50 Orang Tewas Sehari

Lahanberita | Sabtu, 27/03/2021 16:48 WIB

Korban tewas protes kudeta militer Myanmar terus berjatuhan. (AFP/STR)
Jakarta, LahanBerita  –Pasukan keamanan Myanmar disebut menembak dan menewaskan sedikitnya 50 pengunjuk rasa yang menentang kudeta militer di jalan-jalan Yangon, Mandalai dan kota-kota lainnya pada Sabtu (27/3).

Ini menjadi hari paling berdarah sejak kudeta militer pada 1 Februari lalu.

Ironisnya, tindakan brutal itu dilakukan saat para jenderal negara tersebut merayakan Hari Angkatan Bersenjata.

Dengan menggunakan bahasa yang mirip, Panglima Tertinggi Jenderal Min Aung Hlaing mengatakan kepada pejabat senior dalam pidatonya hari Rabu bahwa konstitusi dapat dicabut jika undang-undang tidak ditegakkan dengan benar.

Yang menambah kekhawatiran adalah penyebaran kendaraan lapis baja yang tidak biasa di jalan-jalan beberapa kota besar.

Namun, pada hari Sabtu, militer membantah telah mengancam kudeta, menuduh organisasi dan media yang tidak disebutkan namanya salah mengartikan posisinya dan mengambil kata-kata jenderal di luar konteks.

“Hari ini adalah hari yang memalukan bagi angkatan bersenjata,” kata Sasa, juru bicara CRPH, kelompok anti-junta yang dibentuk oleh anggota parlemen yang digulingkan, kepada sebuah forum online seperti dilansir Reuters.

“Para jenderal militer merayakan Hari Angkatan Bersenjata setelah mereka baru saja membunuh lebih dari 300 warga sipil tak berdosa,” ujarnya memberikan perkiraan kasar jumlah korban sejak protes pertama meletus beberapa pekan lalu.

situs bandar judi slot online

Myanmar Now melaporkan sedikitnya empat orang tewas dan 10 luka-luka ketika pasukan keamanan melepaskan tembakan ke demonstran di luar kantor polisi di pinggiran kota Yangon Dala pada dini hari tadi.

Berdasarkan laporan saksi mata, tiga orang, termasuk seorang pemuda yang bermain di tim sepak bola lokal U-21, juga ditembak dan tewas dalam protes di distrik Insein kota tersebut.

Sementara di Mandalay, tiga belas orang tewas dalam berbagai insiden. Kematian juga dilaporkan dari wilayah Sagaing dekat Mandalay, kota Lashio di timur, di wilayah Bago, dekat Yangon, dan tempat lain.

Seorang juru bicara militer belum memberikan konfirmasi terkait dengan laporan-laporan tersebut.

Sementara itu, usai memimpin parade militer di ibu kota Naypyitaw untuk memperingati Hari Angkatan Bersenjata, Jenderal Senior Min Aung Hlaing hanya menegaskan kembali janjinya untuk mengadakan pemilihan tanpa memberi tahu kapan rencana itu akan direalisasikan.

Myanmar tengah dilanda kekacauan politik yang memilukan, di mana jalan-jalan negara itu telah dipenuhi para demonstran anti kudeta selama tiga pekan terakhir. Demo yang berlangsung bahkan sering dibarengi aksi kekerasan oleh pihak kepolisian dan membuat banyak korban sipil berjatuhan.

Hal tersebut tidak hanya membuat berbagai lembaga Hak Asasi Manusia (HAM) melayangkan kecaman, tapi juga memancing beberapa negara di seluruh belahan dunia turut mengeluarkan ancaman.

Kekacauan itu telah terjadi sejak militer Myanmar, Tatmadaw, melakukan kudeta atau merebut kekuasaan dari pemerintah resmi negara tersebut pada 1 Februari 2021.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed