oleh

MACET ! Pemerintah & Polisi Kaji Kembali Soal Ganjil Genap

Jakarta -LAHANBERITA – Pembatasan kendaraan sistem ganjil-genap di DKI Jakarta ditiadakan selama pandemi COVID-19 ini. Namun, belakangan kondisi lalu lintas Jakarta kembali macet.

Kebijakan pembatasan kapasitas angkutan umum di masa pandemi membuat masyarakat beralih menggunakan kendaraan pribadi. Hal ini berdampak terhadap kondisi lalu lintas di Ibu Kota.

Kemacetan parah dirasakan sejak Pemprov DKI Jakarta menerapkan PPKM mikro. Bahkan, menurut Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan DKI Jakarta Rudy Saptar, volume kendaraan hampir masuk kondisi normal sebelum masa pandemi COVID-19.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta, sedianya akan berakhir pada Kamis 4 Juni 2020. Artinya kebijakan ganjil genap yang sementara ditiadakan sejak 16 Maret 2020, sudah bisa kembali diterapkan.
Meski begitu pihak berwenang rupanya belum menentukan kapan aturan ini bisa dimulai lagi. Sebab ganjil genap diprediksi bisa bermasalah pada masa pandemi seperti sekarang. Aturan ganjil genap sejatinya mendorong orang untuk menggunakan transportasi umum yang banyak penumpang. Padahal pada masa new normal, warga masih disarankan melakukan physical distancing.

“Ada beberapa ruas jalan yang memang bukan meningkat tapi hampir mendekati volume saat normal dulu sebelum pelaksanaan PSBB dan PPKM,” ujar Rudy saat dihubungi, Kamis (1/3/2021).

Kondisi kemacetan Jakarta ini dibawa ke dalam forum diskusi bertajuk ‘Pemberlakuan Kembali Ganjil Genap’. Dalam diskusi tersebut, Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Rusdy Pramana menyarankan agar ganjil genap diberlakukan kembali secara bertahap.

“Pembatasan kendaraan bermotor dengan sistem ganjil genap diberlakukan secara bertahap. Diprioritaskan kepada ruas jalan dengan tingkat kemacetan arus lalu lintas cukup padat dan tentunya sarana dan prasarana angkutan umum yang memadai,” kata AKBP Rusdy dalam diskusi virtual bertajuk ‘Pemberlakuan Ganjil Genap’, Rabu (2/6).

situs bandar judi slot online

Kemacetan Meningkat

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo menyebutkan kemacetan di Jakarta mengalami peningkatan di masa PPKM mikro ini.

“Kondisi sekarang memang pada pagi hari itu terjadi kepadatan yang luar biasa dan dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya ada kenaikan sebesar 11,5 persen, sehingga memang terjadi kepadatan. Ada opsi ganjil-genap diberlakukan kembali,” ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (3/6/2021).

Pemberlakuan kembali ganjil-genap menjadi salah sau opsi solusi mengatasi kemacetan. Namun, ada beberapa catatan yang menjadi perhatian polisi apabila ganjil-genap diberlakukan kembali.

Salah satunya, adalah dengan meningkatkan kapasitas angkutan umum yang memadai. Mengingat, situasi pandemi COVID belum berakhir, sehingga dikhawatirkan terjadi penumpukan penumpang di angkutan umum.

“Ini kan masih masa pandemik, kalau memang ganjl-genap ini diberlakukan kembali, tetapi kapasitas angkutan umum harus ditingkatkan. Kenapa, karena sekarang masih masa pandemi, kalau ada ganjil-genap pasti akan ada perpindahan moda transportasi dari pengguna kendaraan pribadi menjadi pengguna kendaraan umum,” katanya.

Untuk diketahui, peraturan ganjil genap Jakarta sudah lama menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kemacetan di Kota Jakarta. 

Pengertian ganjil genap adalah pembatasan kendaraan untuk melalui ruas jalan tertentu dengan syarat kendaraan berpelat nomor genap hanya boleh melalui jalan tersebut di tanggal genap dan sebaliknya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed