oleh

Lagi – Lagi Ulah FPI , Kali ini Mantan Wakil Ketua FPI Aceh , Terbukti Menghasut !!

Banda Aceh -LAHANBERITA – Eks Wakil Ketua FPI Aceh, Wahidin ditangkap polisi terkait video viral ajakan ramai-ramai menerobos penyekatan mudik. Polisi sudah menetapkan Wahidin sebagai tersangka.

“(Sudah) tersangka dan ditahan,” kata Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Margiyanta saat dikonfirmasi, Senin (10/5/2021).

Wahidin ditangkap di rumahnya di Aceh Besar, Minggu (9/5) sore sekitar pukul 18.00 WIB. Penangkapan dilakukan personel Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Aceh.

Polisi masih memeriksa Wahidin di Mapolda Aceh. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Wahidin diduga membuat video itu karena tidak suka dengan pemerintah.

“Tidak suka dengan pemerintah saja karena tidak sepaham aliran dengan yang bersangkutan,” jelas Margiyanta.

Karena diduga melakukan provokasi mengajak masyarakat untuk menerobos penyekatan mudik di Aceh melalui video.

Video itu direkam olehnya dengan ponsel dan sudah tersebar ke berbagai platform media sosial.

“Benar, telah kami amankan seorang terduga pelaku berinisial WHD, yang merupakan pemilik video provokatif,” sebut Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Pol Margiyanta, S. H., M. H melalui Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Winardy, S.H., S.I.K., M. Si dalam keterangan singkatnya, Senin (10/5/2021).

Dijelaskan Winardy, penangkapan tersebut dilakukan berdasarkan hasil penyidikan terhadap pemilik konten video pada akun media sosial Instagram ‘cetul.22’.

situs bandar judi slot online

Sebelumnya, dalam video yang viral, Wahidin tampak duduk di dalam mobil sembari memangku anak kecil. Terlihat juga seorang anak kecil lain di kursi belakang.

“Kepada saudara-saudaraku semua yang sedang mudik di mana pun antum berada, terus mudik. Harus bersama-sama, ramaikan di tempat penyekatan-penyekatan,” ujar pria tersebut dari video beredar seperti dilihat pada Minggu (9/5).

“Lawan, terobos mereka, pulang, jumpai orang tua, jumpai ibumu, jumpai ayahmu, jumpai anakmu, jumpai sanak saudaramu. Minta keampunan dari Allah SWT, minta kerelaan, minta keridhoan kedua orang tua. Jangan pernah takut dengan rezim setan iblis yang sudah dikuasai komunis. Mereka bekerja untuk komunis,” tambahnya.

Setelah itu, dia berbicara mengenai Indonesia milik rakyat. Dia juga menyampaikan narasi mengenai toleransi dan menyebut ‘mereka’ ingin membungkam Islam.

“Jaga persatuan, pupuk persatuan, lawan rezim yang zalim ini. Terobos di mana semua tempat-tempat penyekatan, perbatasan-perbatasan. Indonesia milik kita, merdeka Indonesia dengan kalimat takbir. Allahuakbar. Kita sudah sangat toleransi, tetapi mereka tidak toleransi dengan kita, Islam. Mereka ingin membungkam Islam, ingin membunuh orang Islam, ingin menghilangkan agama Islam. Sebelum terlambat, bangkit, berjuang! Takbir, Allahuakbar!” ucap pria itu.

Video berdurasi 1.22 menit itu diduga mengandung unsur provokatif bagi masyarakat untuk melawan kebijakan pemerintah tidak melakukan mudik di tengah kondisi Pandemi Covid-19.

Saat ini, Wahidin sudah ditahan. Barang bukti juga sudah diamankan. Polisi masih melakukan pemeriksaan untuk mendalami kasus ini.

“Kepada terduga pelaku akan disangkakan Pasal 28 Ayat (2) Jo Pasal 45a Ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE),” pungkas Winardy.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed