oleh

Lagi – Lagi PPKM Mikro Diperpanjang, Begini Status nya

PPKM Mikro Diperpanjang hingga 5 April, Diperluas ke 5 Provinsi Ini

Jakarta -Menko Airlangga menyampaikan, perpanjangan PPKM mikro ini dilakukan untuk mencapai efektivitas pengendalian Covid-19 sembari melakukan program vaksinasi.

“Pokok perpanjangan dan perluasan tersebut dasarnya adalah Instruksi Mendagri (Menteri Dalam Negeri) Nomor 6 Tahun 2021,” ungkap Airlangga.

Pemerintah resmi memperpanjang kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro untuk 15 provinsi mulai 23 Maret hingga 5 April 2021. Perpanjangan ini diatur dalam Instruksi Mendagri (Menteri Dalam Negeri) Nomor 6 Tahun 2021.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, ada beberapa perubahan kebijakan dalam perpanjangan PPKM mikro ini. Salah satunya kegiatan belajar di perguruan tinggi atau kampus yang bisa dilakukan secara tatap muka.

“Di sini kegiatan belajar/mengajar mulai dapat dilakukan secara tatap muka untuk perguruan tinggi/akademi,” ujar Menko Airlangga dalam sesi teleconference, Jumat (19/3/2021).

Dia menyampaikan, perizinan kegiatan belajar tatap muka di kampus selama perpanjangan PPKM ini akan dibuka secara bertahap dengan proyek percontohan berbasis peraturan daerah (perda) atau peraturan kepala daerah dengan protokol kesehatan.

Kedua, Airlangga melanjutkan, di masa perpanjangan PPKM pemerintah juga mengizinkan diadakannya kegiatan seni budaya, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan pembatasan pengunjung.

“Terkait kegiatan seni budaya, diizinkan untuk dibuka dengan kapasitas maksimal 25 persen, dengan menerapkan protokol kesehatan,” ungkap dia.

Lebih lanjut, Airlangga juga menginstruksikan seluruh gubernur yang wilayahnya diwajibkan melaksanakan PPKM mikro untuk membuat aturan turunan terkait itu.

Pemerintah resmi memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM mikro hingga 5 April mendatang. Kebijakan ini akan diperluas ke 5 provinsi.”Perpanjang, sampai 2 minggu, sampai 5 April,” kata Direktur Jenderal Administrasi Wilayah Kemendagri, Syafrizal saat dihubungi, Jumat (19/3/2021).

situs bandar judi slot online

Lima provinsi tambahan yang akan menerapkan PPKM mikro adalah Sulawesi Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

“Ada tambah 5, Sulut, Kalteng, Kalsel, NTB, NTT, diperluas,” kata dia.

Syafrizal juga menjelaskan alasan PPKM mikro ini diperluas ke 5 provinsi. Menurutnya daerah tersebut mengalami peningkatan kasus Corona dan masuk dalam indikator daerah menjadi prioritas penanganan COVID-19.

“Karena (PPKM Mikro) bagus menurunkan angka-angka maka diperluas maka angka-angka statistik yang ada di provinsi itu juga ikut turun. Dan di antara 4 indikator salah satu pasti kena,” kata Syafrizal.

Syafrizal mengatakan penerapan PPKM mikro sejauh ini berjalan lancar. Hanya saja masih terkendala dengan dana desa yang belum cair.

“Sejauh ini lancar walaupun sebenarnya ada dana desa yang belum cair untuk digunakan untuk PPKM mikro tapi diatasi gotong-royong sementara sambil menunggu dana desa untuk PPKM turun. Sejauh yang kita pantau lancar,” tuturnya.

Sebelumnya, instruksi Mendagri hanya diberikan untuk Gubernur DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, dan Bali. Pada 22 Maret kemarin ditambah 3 provinsi yaitu Sumatera Utara, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Timur.

Untuk parameter, dia bilang masih sama seperti yang sebelumnya, yaitu memenuhi salah satu dari empat parameter. Keempat parameter itu adalah sebagai berikut:

a. Tingkat kasus aktif di atas rata-rata nasional
b. Tingkat kesembuhan di bawah rata-rata nasional
c. Tingkat kematian di atas rata-rata nasional
d. Tingkat keterisian rumah sakit (BOR) untuk ICU dan ruang isolasi di atas 70%

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed