oleh

Kim Jong Un Mengancam Korea Selatan Jika Lakukan Serangan Balik

Lahan Berita – Baru-baru ini Presiden Korea Utara Kim Jong Un menjadi sorotan dunia.

Pertikaian antara Korea selatan dan Korea Utara sampai sekarang tidak pernah ada hentinya agresi militer yang kadang diterapkan oleh dua negara sering kali terjadi.

Sampai saat ini mengapa Korea Selatan dan Korea Utara mewajibkan Militer pada masyarakatnya? karena memang dipengaruhi oleh agresi kedua negara yang tak pernah akur.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengancam Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol dan militernya bakal menghadapi penghancuran jika melakukan upaya berbahaya.

Salah satunya seperti serangan pendahuluan terhadap Pyongyang. Dalam pidato yang disampaikan untuk memperingati gencatan senjata yang menghentikan Perang Korea, Kim menyebut nama Presiden Korsel sebanyak tiga kali dan mencap militernya sebagai gangster.

Itu merujuk pada strategi yang dinyatakan Selatan untuk melawan ancaman nuklir dan rudal Korut termasuk melalui penguatan kemampuan serangan pendahuluan Kill Chain.

situs bandar judi slot online

“Upaya berbahaya seperti itu akan segera dihukum oleh kekuatan yang kuat, dan pemerintahan Yoon Seok Yeol dan militernya akan dihancurkan,” kata Kim, yang muncul di depan umum untuk pertama kalinya dalam 19 hari bersama istrinya Ri Sol Ju untuk upacara tersebut di Pyongyang, Rabu (27/7), seperti dilaporkan kantor berita negara KCNA.

Kim mengatakan Pyongyang tidak akan lagi mentolerir semua pernyataan tidak masuk akal dari militer Korsel dan memperingatkan bahwa Korea Selatan akan membayar harga tertentu jika perilaku seperti itu terus berlanjut. Kim bahkan menyebut Yoon hanya dengan nama tanpa gelar resmi presiden.

Pernyataan itu merupakan tanggapan resmi pertama Kim terhadap pemerintahan Yoon yang menggantikan pemerintahan liberal Moon Jae-in pada Mei lalu. Selain itu, Kim menekankan bahwa rezimnya sepenuhnya siap untuk setiap konfrontasi militer dengan Amerika Serikat, merujuk pada latihan militer AS dengan Korsel.

“Standar ganda AS, yang secara menyesatkan melabeli semua tindakan kita sehari-hari sebagai provokasi dan ancaman sambil mengadakan latihan bersama skala besar yang secara serius mengancam keamanan nasional kita, secara harfiah adalah perilaku seperti preman yang mendorong hubungan Korea Utara-AS ke konflik dan ke titik yang tidak dapat diubah,” kata Kim.

 

Baca Juga :

Akan Diberikan Bonus Lebih Untuk Erik Ten Hag Bila Berhasil Antar Manchester United Kembali Ke Liga Champions
Jadi Sorotan Jonathan Frizzy Diduga Selingkuh, Dhena Devanka: Ayo lah Segera Go Public

 

Opajudi Bonus New Member 100% To 3x
Garansi Kekalahan Khusus Taruhan Bola 100%

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed