oleh

Kabar Baik , Taman Rekreasi Ragunan Telah Dibuka Kembali Mulai Besok , 13 Maret 2021

Ragunan Kembali Dibuka Mulai Besok, Pengunjung Luar DKI Diperbolehkan Datang

Foto: ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN
Jakarta – Kebun Binatang Ragunan adalah sebuah kebun binatang yang terletak di daerah Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Indonesia. Kebun binatang seluas 140 hektare ini didirikan pada tahun 1864. Di dalamnya, terdapat berbagai koleksi yang terdiri dari 295 spesies dan 4040 spesimen. Taman Margasatwa Ragunan (TMR) sempat ditutup sementara. Mulai besok, Ragunan akan kembali dibuka untuk umum.”Ragunan besok mulai dibuka, ya. Kan sementara kemarin kita tutup dari bulan Desember 2020 sampai sekarang, kan. Nah terus besok ada kebijakan, ada arahan dari pimpinan, sudah mulai dibuka besok, Sabtu tanggal 13,” ujar Kepala Satuan Unit Pelaksana Promosi Ragunan Ketut Widarsana saat dihubungi, Jumat (12/3/2021).

Ketut menambahkan TMR buka dari pukul 07.00-14.30 WIB. Namun setiap hari Senin, Ragunan dijadwalkan tutup.

Dia mengatakan TMR tetap menjalankan protokol kesehatan COVID-19, diantaranya kapasitas pengunjung maksimal 50 persen atau sekitar 5.000 orang. Selain itu untuk ibu hamil, anak-anak di bawah usia 9 tahun, dan lansia tidak diperbolehkan datang ke Ragunan.

Ketut juga mengatakan, mulai besok pengunjung dari luar DKI Jakarta sudah diperbolehkan mengunjungi Ragunan. Masyarakat yang akan mendatangi Ragunan disebut dapat mendaftar secara online.

“Terus yang dilonggarkan juga, dulu kan warga DKI saja, khusus untuk warga DKI. Sekarang sudah bebas, warga luar DKI sudah boleh. Itu aja paling. Untuk wahana sudah dibuka semua,” pungkasnya.

situs bandar judi slot online

Menurutnya, hal itu mengacu pada Seruan Gubernur Nomor 12 Tahun 2020 tentang Pengendalian Kegiatan Masyarakat dalam Pencegahan Covid-19 pada Masa yang berkumpul di tempat wisata.

“Sesuai Seruan Gubernur No 17/2020 dan Ingub No 64/2020,” kata Ketut.

Ia menjelaskan, penutupan itu juga guna mencegah risiko timbulnya kerumunan yang dapat mengakibatkan munculnya kluster penyebaran Covid-19 jika objek wisata itu tetap dibuka pada libur.

“Dan menghindari risiko kerumunan yang dapat menimbulkan terjadinya kluster baru terpapar Covid-19,” kata Ketut.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed