oleh

INDONESIA Mau Bebas Covid Dalam Waktu Dekat ? Bisa Simak Cara & Syaratnya !!!

Jakarta -Banyak negara sudah mulai melonggarkan bahkan mencabut aturan wajib masker bagi yang sudah vaksinasi Corona. Tentunya dengan sejumlah syarat tertentu seperti tetap menghindari kerumunan, agar meminimalisir risiko terjadinya lagi transmisi lokal Corona.

Banyak orang mendambakan aktivitas ‘normal’ sebelum pandemi COVID-19 yang dilakukan Amerika Serikat, New Zealand, hingga teranyar Korea Selatan yang tak lagi mewajibkan masker di luar ruangan untuk warga divaksinasi Corona. Pakar epidemiologi Universitas Griffith Australia Dicky Budiman tak menampik kemungkinan kondisi Corona di Indonesia bisa sampai di sana, tetapi banyak catatan yang ia singgung.

Catatan ini disebut Dicky menjadi syarat jika Indonesia ingin segera mengikuti negara yang melonggarkan aturan protokol kesehatan seperti memakai masker.

1. Meningkatkan testing

Dicky menyebut, testing Corona di Indonesia masih tertinggal jauh dibandingkan negara lain. Ia meyakini, banyak kasus belum berhasil terdeteksi di tengah positivity rate RI yang masih di atas 5 persen, jauh dari standar WHO, yang artinya penularan Corona kerap tinggi.

2. Perkuat tracing, isolasi dan karantina!

Tracing, isolasi, dan karantina adalah pengendalian utama pandemi Corona. Memastikan kasus COVID-19 tertangani hingga tidak menimbulkan klaster-klaster baru mapun transmisi kasus Corona lebih jauh.

“Pengendalian supaya kita mendalami level seperti itu ya indonesia harus lebih kuat testingnya, tracingnya, isolasi karantina,” tegas Dicky.

3. Perbanyak cakupan vaksinasi

Rata-rata, negara yang sudah melonggarkan aturan vaksinasi Corona di negaranya, sudah melampaui 50 persen vaksinasi dari populasi negara. Jika ingin segera melonggarkan aturan wajib masker, Indonesia juga harus segera meningkatkan cakupan vaksinasi.

Khususnya pada rentang usia lansia, yang memiliki risiko lebih besar fatal karena COVID-19. Wakil Menteri Kesehatan dr Dante Saksono beberapa waktu lalu menegaskan target 1 juta vaksinasi per hari akan terus dikejar, mengingat RI sudah pernah melampaui 500 ribu vaksinasi per hari.

4. Masyarakat tertib 5M!

Jika masyarakat tertib menjalani 5M, bukan tidak mungkin kondisi Corona di Indonesia akan segera terkendali. Minimal hingga transmisi lokal Corona di Indonesia sudah rendah, dan positivity rate di bawah 5 persen.

Wajib menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, menghindari kerumunan, membatasi mobilitas.

Selain kasus corona bisa ditekan, sejumlah negara juga berhasil memvaksinasi 50% lebih warganya. Berikut negara-negara itu:

 

1Korea Selatan

Korea Selatan (Korsel) merupakan negara paling baru yang membebaskan penggunaan masker. Pekan lalu, negara KPOP itu menegaskan masker tidak lagi diperlukan di luar ruangan mulai Juli bagi mereka yang sudah divaksin, setidaknya satu dosis vaksin Covid-19.

Dikutip dari Reuters, langkah tersebut merupakan upaya untuk mendorong penduduk yang lebih tua untuk mendapatkan vaksinasi. Korsel bertujuan untuk melakukan vaksinasi setidaknya 70% dari 52 juta penduduknya pada bulan September.

Orang yang diberi setidaknya satu dosis juga akan diizinkan berkumpul dalam jumlah yang lebih besar mulai Juni. Perdana Menteri Kim Boo-kyum mengatakan semua tindakan karantina akan disesuaikan pada Oktober setelah lebih dari 70% penduduk menerima dosis pertama.

2. Amerika Serikat

Pemerintahan Amerika Serikat (AS) mengizinkan warganya untuk beraktivitas tanpa menggunakan masker. Namun, dengan syarat harus sudah melakukan vaksinasi Covid-19 secara penuh atau dua kali.

Hal ini diungkapkan oleh Presiden AS Joe Biden melalui unggahan di laman Instagram resmi Gedung Putih. “Vaxxed or masker,” ujar Biden dalam video boomerang tersebut.

Gedung Putih juga menambahkan keterangan dalam video tersebut mengenai persyaratan bagi warga AS yang ingin bisa melakukan kegiatan tanpa menggunakan masker. “Pilihan ada di tangan Anda. Divaksinasi atau kenakan masker sampai Anda melakukannya,” tulis istana presiden itu.

Sebelumnya, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) melalui panduan kesehatan masyarakat terbarunya yang baru saja dirilis mengatakan, ketentuan ini berlaku baik di dalam maupun luar ruangan.

Dalam panduan tersebut juga dijelaskan beberapa contoh di mana orang masih perlu memakai masker seperti di tempat perawatan kesehatan atau di bisnis yang memerlukannya. Ketentuan ini juga berlaku bagi orang yang sudah mendapatkan dosis vaksin terakhirnya dua minggu atau lebih, diperkenankan tidak menggunakan masker.

AS sendiri menggunakan vaksin Pfizer/BioNTech, Moderna dan Johnson & Johnson. Vaksin yang dipakai memiliki efikasi 90%.

3. Hungaria

Perdana Menteri (PM) Hungaria Viktor Orban mengklaim pemerintahannya telah berhasil mengendalikan pandemi Covid-19. Dalam sebuah jumpa pers pada Jumat (21/5/2021), Orban menyebut Hungaria telah memvaksinasi hampir 5 juta warga.

situs bandar judi slot online

Ia menambahkan bahwa saat ini adalah saat yang tepat untuk berpisah dengan penggunaan masker di tempat umum.

“Selamat tinggal, masker,” katanya.

“Ini berarti kita telah berhasil mengalahkan pandemi gelombang ketiga,” lanjut Orban.

Pemimpin sayap kanan itu juga menyebut akan mencabut sebagian besar pembatasan Covid-19, termasuk jam malam. Orban mengatakan, publik dapat mengadakan pertemuan hingga 500 orang.

Syaratnya, pertemuan diadakan di udara terbuka. Sementara acara di ruang tertutup berlaku untuk warga yang telah memiliki kartu vaksinasi.

4. Selandia Baru

Selandia Baru juga menjadi negara yang sudah bebas dari penggunaan masker. Hal ini terjadi sejak April lalu, di mana lebih dari 50 ribu orang warga Selandia Baru memadati stadion Eden Park pada Sabtu (24/4/2021) lalu untuk menyaksikan konser terbesar secara langsung sejak pandemi dimulai.

Keberhasilan Selandia Baru memberantas Covid-19 ini tidak lepas dari tindakan cepat Pemerintahannya yang langsung melakukan lockdown setelah adanya 2.600 kasus dan 26 kematian akibat Covid-19.

Dalam konser ini, masyarakat tidak menggunakan masker dan tidak ada peringatan jaga jarak. Penonton hanya dipindai dengan alat saat masuk dan panitia konser menyediakan hand sanitizer di berbagai tempat stadion.

5. China

China adalah negara yang pertama kali melaporkan adanya kasus Covid-19. Ini terjadi di provinsi Wuhan. Tak ayal, virus tersebut disebut berasal dari negara tersebut.

Negara China juga paling pertama terdampak perekonomiannya akibat pembatasan sosial yang dilakukan. Namun, juga menjadi negara yang paling pertama bangkit dari pandemi ini.

Saat ini, Wuhan dilaporkan telah berhasil menanggulangi Covid-19 dan sudah bebas berkumpul bersama tanpa menggunakan masker. Bahkan, beberapa festival musik sudah dilakukan untuk merayakan kebebasan ini, salah satunya acara Wuhan Music Strawberry Festival yang dihadiri oleh 11 ribuan orang.

Warga Wuhan ikut menyanyi, berteriak kencang, mengikuti aksi favorit dari band yang tampil di panggung.

6. Australia

Australia juga salah satu negara yang sangat cepat dan tanggap menghadapi Covid-19. Saat kasus semakin melebar, Pemerintahnya langsung melakukan lockdown secara ketat untuk pengendalian.

Warganya pun taat mengikuti protokol kesehatan sehingga kasus positif di negara tersebut dengan cepat tertanggulangi. Oleh karenanya, Australia pun sudah mengizinkan turis masuk ke negaranya, namun hanya dari negara yang sudah bebas Covid-19 seperti Selandia Baru.

Dengan penanggulangan yang baik ini, saat ini warganya tidak diwajibkan menggunakan masker saat melakukan aktivitasnya. Meski demikian, saat melakukan perjalanan dengan transportasi umum dan saat berada di rumah sakit, publik diminta untuk tetap memakai masker.

7. Bhutan

Bhutan menjadi salah satu negara yang telah memvaksinasi 90% warganya hanya dalam dua minggu. ejak awal pandemi, negara tersebut hanya melaporkan satu kematian. Dikutip dari Economic Times, meskipun Bhutan berbagi perbatasannya dengan India dan Cina, negara itu tidak pernah benar-benar dilanda pandemi karena tindakannya yang tepat waktu. Selain itu, Bhutan mengendalikan situasi pandemi bahkan tanpa melakukan lockdown

8. Israel

Israel juga sudah membebaskan kewajiban penggunaan masker sejak April. Lebih dari 50% warga juga sudah divaksin penuh.

Sama dengan AS, Israel menggunakan vaksin Pfizer/BioNTech. Namun sejumlah pembatasan masih dilakukan demi mencegah varian baru corona masuk negeri itu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed