oleh

HEBOH ! Gus Miftah Dituduh Kafir ! Disebut Ga Pantas Sebagai Uztad ! Gara – Gara ini ?!

Jakarta -LAHANBERITA –

Setelah mengunggah videonya ceramah di gereja, Gus Miftah rupanya tak hanya mendapat sanjungan, tetapi juga cemooh.

Terlihat pada salah satu unggahannya di story, seorang warganet menuding bahwa pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji Sleman ini menunjukkan toleransi yang kebablasan.

Gus Miftah menghadiri peresmian Gereja Bethel Indonesia (GBI) Amanat Agung di Penjaringan, Jakarta. Hal tersebut hingga kini masih jadi pembahasan.

Dalam video tersebut, Gus Miftah memberikan nasihat berupa untaian kalimat yang indah dan menyejukkan. Pada kesempatan itu, hadir juga Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Gara-gara makin ramai, Gus Miftah pun bikin klarifikasi terkait hal tersebut. Gus Miftah Ia mengungkap hukum masuk gereja.

“Terima kasih yang menghujat saya, yang mengatakan saya kafir, sesat, bangsat, dan lain lain……kalian luar biasa. Bisa jadi anda benar saya salah, atau sebaliknya.

Berikut saya sampaikan dasar hukumnya, mohon disimak dan dijadikan bahan diskusi, saya siap di nasehati oleh siapapun dan belajar kepada siapapun…..bahkan pisuhi atau dimaki oleh siapapun.

situs bandar judi slot online

Orang yang kafir 70 tahun membaca tahlil dan syahadat sekali saja terbakar kekafirannya…. dan Alhamdulillah saya masih tahlilan kok setiap hari

Orang yang niat belajar dimanapun bisa dapat pelajaran, tapi orang yang tidak niat belajar sedang belajar pun tidak akan mendapatkan pelajaran,” tulisnya.

Gus Miftah juga menyebut konteks kehadirannya bukan dalam rangka ceramah, melainkan peresmian gereja. Menurutnya itu adalah hal yang wajar.

“Dicatat, dalam rangka peresmian, bukan dalam rangka peribadatan,” katanya.

Gus Miftah ternyata dihujat netizen. Bahkan, ia dituduh kafir.

“Orang seperti saya yang kebetulan dikasih Allah, jadi orang yang membimbing ratusan orang jadi mualaf. Hanya karena video dituduh kafir,” tuturnya.

Dihimpun dari berbagai sumber, pendakwah yang dikenal dekat dengan kaum selebritas ini lahir di Lampung pada 5 Agustus 1981. Saat ini ia tercatat sebagai pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Yogyakarta.

Ia merupakan keturunan ke-9 Kiai Ageng Hasan Besari, pendiri Pesantren Tegalsari di Ponorogo. Ulama muda Nahdlatul Ulama ini juga pernah tercatat aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed