oleh

Hal -hal yang Perlu Diperhatikan Orang Tua Terhadap Anak Kondisi Pandemi

JAKARTA, lahanberita.com-

Tanpa tindakan segera, situasi saat ini yang diakibatkan oleh COVID-19 dapat membawa konsekuensi jangka panjang terhadap keselamatan, kesejahteraan, dan masa depan anak-anak di Indonesia. Hal ini dinyatakan oleh UNICEF dalam pernyataan posisi yang baru diterbitkan mengenai dampak sosial dan ekonomi pandemi serta rekomendasi untuk mengatasinya.

Pernyataan posisi berjudul COVID-19 dan Anak-anak di Indonesia: Agenda Tindakan untuk Mengatasi Tantangan Sosial Ekonomimenyajikan bukti bahwa virus Corona telah secara luas mengganggu kestabilan pendapatan keluarga-keluarga Indonesia—sebagian besar dari mereka tidak tercakup dalam sistem jaminan sosial yang menargetkan masyarakat dalam kemiskinan ekstrem.

Pandemi telah memaksa anak-anak untuk terus berkegiatan di dalam rumah. Mulai dari belajar, bermain, dan bersosialisasi. Kondisi tersebut tentu membuat anak menjadi bosan dan tak lagi ceria.

Dokter spesialis anak Soedjatmiko dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengatakan setidaknya ada 4 hal dasar yang harus orang tua jaga agar anak tetap ceria. Empat hal itu terdiri dari nutrisi, stimulasi, proteksi, dan evaluasi.

“Pertama ini nutrisi, asupan makanan dan minuman ini penting. Nutrisi ini termasuk juga perlindungan untuk mencegah anak terpapar Covid-19. Berikan asupan nutrisi terbaik untuk si kecil. Untuk yang masih menyusui tentu ASI itu perlu ya, berikan ASI kepada bayi secara eksklusif. Berikan nutrisi yang tepat agar otak anak atau hardware- nya bisa bekerja dengan maksimal,” kata Soedjatmiko.

Asupan nutrisi yang baik untuk anak di masa pandemi seperti saat ini di antaranya protein, serat, dan vitamin. Makanan yang bisa diberikan seperti ikan, ayam, kacang kedelai, kacang tanah, buah- buahan, hingga sayur- sayuran hijau.

situs bandar judi slot online

Jika nutrisi adalah hardware, maka stimulasi menjadi software yang mampu mengaktifkan fungsi dan kinerja otak. Semakin banyak stimulasi yang diberikan tentunya kinerja otak dapat maksimal.

Pandemi adalah epidemi penyakit yang menyebar di wilayah yang luas, misalnya beberapa benua, atau di seluruh dunia. Penyakit endemik yang meluas dengan jumlah orang yang terinfeksi yang stabil bukan merupakan pandemi. Kejadian pandemi flu pada umumnya mengecualikan kasus flu musiman.

Stimulasi ini merupakan kegiatan yang bisa mengoptimalkan kinerja tubuh anak untuk merespon dan bertindak. Hal yang paling mudah dilakukan untuk menstimulasi anak adalah mengajaknya bermain setiap hari atau memberi pujian untuk pencapaian yang dilakukan oleh anak. Cara paling mudah untuk mewujudkan stimulasi ini adalah orang tua bisa menyiapkan beragam benda-benda umum seperti kertas, boneka, puzzle, hingga pensil warna. Benda-benda itu kemudian dikelompokkan ke dalam kardus bekas lalu biarkan anak memilih, memainkan, dan mengembalikan mainan-mainan itu ke kelompoknya.

Ketiga adalah proteksi, proteksi merupakan langkah orang tua melindungi buah hati dari serangan virus atau bakteri yang tidak kasat mata hingga perlindungan dari kekerasan fisik maupun verbal. Dari perlindungan kesehatan, orang tua wajib memenuhi kebutuhan imunisasi rutin. Imunisasi seperti DPT, hepatitis, campak dan rubella, hingga Polio itu tidak boleh terlewatkan.

Hal terakhir yang perlu diperhatikan oleh orang tua adalah evaluasi. Evaluasi menjadi penting agar orang tua bisa mendampingi tumbuh kembang anak ke arah yang sesuai dengan minat dan bakat anak.

“Dengarkan pendapat anak,biasanya kita bisa menemukan masalah dari pendapat anak. Masalah yang ada tentu kita harus bantu. Pada Hari Anak Nasional ini kita perlu mengingat semua keluarga harus bisa memenuhi hak-hak anak. Hal itu agar anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang unggul, sehat, kuat, cerdas, kreatif, inovatif, mandiri, berperilaku baik dan menjadi generasi emas bangsa,” tutup Soedjatmiko.

Dengan menjaga keempat hal tersebut terpenuhi, maka dapat dipastikan anak bisa bertumbuh dengan optimal sesuai standar pengasuhan yang layak. Orang tua pun dapat mengaktualisasikan diri karena telah berhasil mendidik anak menjadi masa depan penerus bangsa yang unggul dan kompeten

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed