oleh

Ditelepon Jokowi , Kapolri Langsung Perintah Polisi Tindak Tegas Pungli , 49 Orang Diringkus !!

Jakarta -LAHANBERITA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan gerak cepat setelah mendapat perintah dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Perintah tersebut disampaikan Jokowi melalui telepon kepada Kapolri pada Kamis (10/6/2021).

Dalam perintahnya, Jokowi meminta Kapolri untuk menindak para pelaku pungli dan premanisme yang ada di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Polisi menyikapi serius masalah pungli yang menjadi perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi). Setelah menangkap 7 pelaku pungli di kawasan Jakarta International Container Terminal (JICT) Pelabuhan Tanjung Priok, kini polisi menangkap satu pelaku yang bertindak sebagai koordinator pungli.

“Tersangka atas nama Achmad Zainul Arifin (39) yang merupakan atasan para pelaku yang telah ditangkap sebelumnya,” kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis Aryana dalam keterangannya, Sabtu (12/6/2021).

Tersangka ditangkap pada Jumat (11/6) malam. Putu mengatakan, tersangka merupakan pekerja di PT Multi Tally Indonesia, perusahaan outsourcing di JICT.

“Tersangka adalah pengawas/supervisor outsourcing PT Multi Tally Indonesia,” katanya.

Sebelumnya, Polres Pelabuhan Tanjung Priok menangkap 7 pelaku pungli di kawasan JICT Pelabuhan Tanjung Priok. Para pelaku meminta sejumlah uang pungutan liar kepada para sopir kontainer.

Tujuh pelaku tersebut berinisial MAG (37), RD (41), AS (36), WW (24), BEP (31), RPH (50), dan B (42). Para pelaku tersebut diamankan dini hari tadi sekitar pukul 01.00 WIB.

Putu mengatakan pelaku ini banyak yang berprofesi sebagai operator crane di lokasi. Pelaku kemudian meminta uang kepada sopir truk untuk memudahkan proses bongkar-muat barang.

“Apabila tidak diberikan, pelayanan bongkar-muat kontainer diperlambat,” terang Kholis.

Modus Permintaan Uang

Dalam melakukan aksinya, para pelaku pungli meletakkan wadah plastik atau botol minuman di badan alat crane. Tempat tersebut kemudian harus diisi oleh para sopir kontainer agar bisa segera dilayani.

situs bandar judi slot online

“Modusnya ini unik, pelaku meletakkan wadah plastik atau botol minuman mineral kosong di badan alat crane yang kemudian harus diisi oleh sopir dengan uang nominal pecahan Rp 5.000 hingga Rp 20 ribu. Apabila tidak memberikan uang, sopir tidak akan dilayani atau dilayani dengan lambat,” terang Kholis.

 Polisi menangkap 49 pelaku pungli yang kerap bikin resah para sopir kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok. Penangkapan itu tak lama setelah para sopir mengadu ke Presiden Joko Widodo. Jokowi pun langsung memerintahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk membrantas pungli dan premanisme.

Pengamat hukum pidana dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Prof Mudzakir menilai harusnya polisi bergerak memberantas pungli tanpa menunggu perintah presiden. Hal itu tentu membuat polisi merasa malu.

“Polisi harusnya malu menangkap sampai tunggu perintah presiden,” kata Mudzakir kepada merdeka.com, Kamis (11/6).

Menurut dia, polisi harusnya lebih peduli dengan apa yang dikeluhkan masyarakat jika terjadi tindak kriminal. Tanpa menunggu perintah presiden, polisi juga harus peka.

“Jangan terkesan ada perintah atasan dulu baru bergerak,” katanya.

Polisi, lanjut Mudzakir, juga mempunyai nomor layanan. Polisi diminta sigap jika ada aduan. “Jadi harus kerja cepat. Apalagi mereka punya Saber Pungli,” katanya.

Namun, dia juga menyayangkan Presiden Jokowi mengurusi kejadian ‘receh’ seperti pungli tersebut. Sedangkan perkara besar seperti kasus korupsi bansos covid yang merugikan miliaran tak ada perintah.

“Sangat disayangkan hal remeh diurusi presiden. Itu kasus Bansos Covid tidak ada perintah bongkar semuanya,” tuturnya.

Keluhan para sopir truk kontainer terkait banyak pungutan liar (pungli) dan premanisme di Pelabuhan Tanjung Priok kepada Presiden Joko Widodo, langsung ditindaklanjuti jajaran kepolisian Polres Metro Jakarta Utara. Dengan langsung meringkus 49 pelaku pungli yang kerap bikin resah para sopir.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyampaikan ke-49 pelaku pungli ini merupakan para karyawan dari dua kelompok di pos, Depo PT Greeting Fortune Container dan lokasi kedua di Depo PT Dwipa Kharisma Mitra Jakarta.

“Kami amankan ini ada 49 orang karyawan dengan perannya masing-masing dan kelompok-kelompok masing di pos-pos ini, di dua PT disini PT DKM (Dwipa Kharisma Mitra) dan juga PT DFC (Depo PT Greeting Fortune Container) yang diamankan,” kata Yusri saat jumpa pers, di Mapolres Metro Jakarta Utara, Jumat (11/6).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed