oleh

Dengan ini,Pemerintah India Negosiasi dengan Tesla

Jakarta – Lahanberita –  “Pemerintah akan memastikan biaya produksi Tesla paling rendah jika dibandingkan dengan negara-negara dunia, bahkan China, jika mereka memproduksi mobilnya di India. Itu akan kami jamin,” kata Gadkari dilansir dari Reuters, Selasa (2/3/2021).

“Daripada merakit (mobil) di India, mereka harus membuat seluruh produk di dalam negeri dengan menyewa vendor lokal. Kemudian kami dapat memberikan konsesi yang lebih tinggi,” tutur Gadkari.
Pemerintah India merayu Tesla Inc untuk membuka pabrik di negara tersebut. Bahkan, Menteri Transportasi India Nitin Gadkari memberi iming-iming insentif, serta kepastian biaya produksi yang lebih murah daripada negara mana pun, termasuk China.
Kabarnya, India sedang menyusun skema insentif terkait produksi untuk pembuat komponen mobil dan mobil listrik yang menggunakan baterai lithium. Namun, di tahun 2020 lalu pemerintah telah memperkenalkan aturan emisi yang lebih ketat bagi produsen mobil agar sesuai dengan standar internasional. Aturan itu akan berlaku pada April 2022.
Rayuan Gadkari itu dilontarkan beberapa minggu setelah Elon Musk mendaftarkan sebuah perusahaan di India sebagai langkah untuk memasuki negara tersebut, dan rencananya diimplementasikan setelah pertengahan 2021. Seorang sumber yang tak disebutkan namanya mengatakan, Tesla berencana menjual mobil listrik sedan Model 3 di India.

Pemerintah India memang ingin meningkatkan industri kendaraan listrik yang berbasis baterai, dan juga mengembangkan industri komponen kendaraan listrik untuk memangkas impor produk otomotif, dan mengurangi penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil yang membuat tingkat polusi udara di negara itu tinggi.

Hal ini memang sedang terjadi di berbagai negara, yang berlomba-lomba mengimplementasikan penggunaan kendaraan listrik dan produksi kendaraan listrik untuk mengurangi emisi karbon. Namun, tentunya India tak akan semudah itu memperoleh komitmen Tesla. Pihak Tesla sendiri belum menanggapi komentar Gadkari.

Saat ini, pasar mobil listrik di India baru menyumbang hanya 5.000 unit dari total 2,4 juta mobil mobil yang dijual di negara itu tahun lalu. Pasalnya, fasilitas pengisian daya untuk mobil listrik masih sangat sedikit jumlahnya, dan biayanya pun tinggi.

Sementara itu, China telah menjual 1,25 juta mobil yang menggunakan bahan bakar energi baru dan terbarukan (EBT), termasuk baterai listrik pada tahun 2020 lalu, dari total 20 juta unit mobil yang terjual. Angka itu menyumbang lebih dari sepertiga penjualan global Tesla.

situs bandar judi slot online

Ditambah lagi, India juga tidak memiliki kebijakan kendaraan listrik yang komprehensif seperti China, pasar mobil terbesar di dunia, yang mewajibkan perusahaan untuk berinvestasi di sektor tersebut.

Gadkari mengatakan, selain menjadi pasar yang besar, India bisa menjadi pusat ekspor, terutama dengan sekitar 80% komponen baterai lithium-ion dibuat secara lokal sekarang. “Saya pikir ini adalah situasi yang win-win untuk Tesla,” kata Gadkari.

Sementara itu, menurut para pelaku industri mobil, hal itu sulit untuk dilaksanakan, apalagi di tengah pandemi COVID-19. Oleh sebab itu, para pelaku industri mengatakan, transisi produksi ke kendaraan ramah lingkungan memerlukan waktu yang lebih lama, sementara batas waktunya ialah tahun depan.

Di sisi lain, pemerintah India belum membuat keputusan apakah akan menunda kebijakan itu. Pasalnya, pemerintah India masih memegang teguh komitmen Paris Agreement.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed