oleh

Demi Hamil Kembali , Pria Transgender Rela Pura – Pura Perut Gendut

LAHANBERITA – Seorang pria mengungkap pengalaman ketika melahirkan anaknya sendiri. Adalah Kayden Coleman, transgender yang mengaku harus menutupi kehamilan dengan pura-pura berperut gendut. Hal itu dilakukan agar tidak dipandang aneh atau dinilai buruk oleh masyarakat. Meski mengaku mengalami banyak trauma, Kayden dengan bangga memperlihatkan kehamilan anak kedua di media sosial.

Transgender adalah orang-orang yang merasa bahwa identitas gendernya tidak sesuai dengan jenis kelaminnya saat lahir. Misalnya, seorang wanita transgender adalah seorang yang terlahir berjenis kelamin laki-laki, tetapi orang tersebut merasa bahwa dirinya adalah seorang wanita. Begitu pula sebaliknya.

Kayden bertransisi dari wanita menjadi pria di 2009 namun ia tetap mempertahankan organ-organ reproduksinya. Di 2013, ia melakukan mastektomi dan harus berhenti melakukan perawatan testosteron. Ketika itu, Kayden pun terkejut mengetahui dirinya hamil. Dan pada awal tahun ini, ia hamil lagi. Meski senang dikaruniai anak, pria tersebut mengaku trauma di-judge.

“Ada banyak trauma. Kebanyakan datang dari dalam ‘dunia melahirkan’, dengan para pekerja modis. Ada banyak pertanyaan mengenai identitasku, banyak ‘misgendering’ (salah menyebut gender secara sengaja atau tidak). Dibilang tidak seharusnya ada di tempat-tempat di mana aku mencari perawatan karena itu dianggap tempat wanita,” kata. Kayden.

Tak hanya itu, Kayden juga mengaku sering ditawari untuk aborsi. Karena banyak yang tidak memperlakukannya dengan kurang baik, pria transgender itu memilih untuk menutupi kehamilannya agar tidak diserang. “(Dengan begitu), aku tidak harus berjalan dengan ketakutan, khawatir orang-orang ingin memicu kekerasan padaku. Mereka hanya berpikir aku punya beer belly (perut gendut karena bir),” jelas Kayden.

Tapi Kayden memutuskan untuk tidak bersikap seperti itu lagi untuk kehamilan keduanya. Karenanya, ia mulai terbuka untuk berbagi dengan sesama transgender dan sebagai edukasi kepada orang-orang lain. “Aku memang menikmati kehamilan salah satunya itu membuat janggutku lebih tebal,”Jakarta –

“Aku pikir penting untuk orang mengerti bahwa ada banyak identitas trans kami tidak semuanya sama. Hanya karena aku berubah dari wanita menjadi wanita tidak berarti aku punya keinginan untuk berkencan dengan wanita atau sangat maskulin atau ingin jadi cis-gender (orang yang punya persepsi gender sesuai jenis kelamin sejak lahir),” tuturnya yang memiliki pacar seorang pria.

situs bandar judi slot online

Kayden mengaku sudah merasa lahir di tubuh yang salah sejak kecil. Ia juga tidak suka dengan payudaranya yang tumbuh dan tidak suka mengenakan bra. Meski sudah mengangkat kedua payudaranya, hingga kini ia tidak melakukan operasi kelamin karena biayanya yang mahal. Mengenai komentar jahat yang didapatkannya karena menjadi transgender, hal tersebut tidak terlalu dipedulikan karena Kayden menganggap mereka tak membiayai hidupnya.

Tingkat seorang individu untuk merasa asli, murni, dan nyaman dengan penampilan luarnya serta menerima identitas aslinya disebut sebagai kesesuaian transgender (transgender congruence). Banyak dari orang transgender mengalami apa yang disebut disforia gender dan beberapa menerima bantuan medis seperti terapi penyulihan hormonoperasi penentuan ulang seks, atau psikoterapi.Tidak semua orang transgender menghendaki penanganan medis dan beberapa tidak melakukannya karena kendala ekonomi atau kesehatan.

Mayoritas orang transgender menghadapi diskriminasi dalam pekerjaan dan pencarian kerja, pemenuhan kebutuhan tempat tinggal, serta pelayanan kesehatan. Orang transgender juga tidak dilindungi oleh hukum dari diskriminasi di banyak tempat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed