oleh

Daftar Negara Kena Varian Delta yang Diakui Luhut ‘Tak Bisa Dikendalikan’

Lahanberita.com, Jakarta -Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bukan hanya Indonesia yang digempur virus Corona varian Delta, yang disebutnya tidak bisa dikendalikan. Sejumlah negara pun mengalami kenaikan jumlah kasus COVID-19 yang luar biasa gegara varian Delta.

Luhut memaparkan negara tersebut di antaranya Inggris, Belanda hingga Malaysia. Bahkan, lanjutnya, Amerika Serikat juga mengalami kenaikan luar biasa. Berikut daftar lengkapnya:

1. Inggris
2. Belanda
3. Malaysia
4. Rusia
5. Indonesia
6. Thailand
7. Amerika Serikat
8. Israel

“Jangan lihat Indonesia saja yang kena. Itu Inggris juga kena, Belanda kena. Perdana Menteri Belanda kemarin minta maaf karena dia menyetujui lepas masker beberapa waktu yang lalu dan sekarang naik seperti ini. Hari ini juga Malaysia juga sampai hari ini semua juga Delta. Rusia juga, Indonesia, Thailand, dan berikutnya. Amerika sendiri juga terjadi kenaikan yang luar biasa,” kata Luhut dalam konferensi pers, Kamis (15/7) kemarin.

Luhut turut mempresentasikan grafik kenaikan kasus akibat varian Delta di sejumlah negara. Dalam grafik itu, tampak sejumlah negara meningkat drastis pada 24 Juni hingga 13 Juli akibat varian Delta. Berikut grafiknya:

Luhut pun meminta masyarakat memahami bahwa varian Delta merupakan varian yang tidak bisa dikendalikan. Karena itu, dia pun memohon agar tidak ada lagi polemik dan berita hoax mengenai COVID-19.

“Nah, ini saya mohon supaya kita paham, bahwa varian Delta ini varian yang tidak bisa dikendalikan,” ujarnya.

situs bandar judi slot online

“Jadi saya mohon kita nggak usah berpolemik membuat berita yang kontradiksi atau statement saya dipotong-potong. Kita ini menyelamatkan nyawa orang, ini kemanusiaan. Jadi makin banyak kita bikin berita tidak benar, makin stres orang, makin banyak orang meninggal,” imbuh Luhut.

Lebih lanjut, Luhut menjelaskan, bahwa varian Delta jauh lebih menular. Menurut studi, lanjutnya, varian Delta 6 kali lebih menular dari varian Alpha.

“Ini dari studi yang saya tahu apakah 5 kali atau 6 kali tergantung siapa yang meneliti, tapi yang jelas jauh lebih dahsyat dari varian Alpha yang sebelumnya,” jelasnya.

Pemerintah Sudah Bergerak

Kendati demikian, Luhut memastikan pemerintah sudah mengetahui apa yang perlu dilakukan. Sejumlah skenario untuk menghadapi varian Delta ini sudah disiapkan dan dilakukan.

“Jadi kita menghadapi musuh yang beda. Jadi musuh yang beda ini kita dengan segala resources yang ada kita ya kita hadapi. Tapi tidak mudah. Karena nanti akan saya ceritakan kepada Anda bagaimana menyangkut obat, menyangkut tempat tidur, menyangkut oksigen, menyangkut sebagainya,” tutur Luhut.

Pemerintah, kata Luhut, akan menambah tenaga kesehatan. Selain itu, juga sudah meminta bantuan internasional terkait kebutuhan medis.

“Jadi jangan ada beranggapan bahwa kami tidak bergerak, kami sangat bergerak. Saya ingin sampaikan teman-teman media kita tahu apa yang kita lakukan, sangat tahu, karena bukan si Luhut Pandjaitan, tetapi semua yang kumpul di sini dengan segala macam keahlian mereka sudah memberikan pikiran yang terbaik untuk bangsa dan negara ini,” lanjutnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed