oleh

Bila Gabung Dengan Raksasa Perancis , Mungkin Segini Gaji Messi di PSG Nanti

Paris -Rumor Lionel Messi menuju Paris Saint-Germain semakin terdengar kencang. La Pulga dikabarkan mendapat tawaran kontrak tiga tahun dari Les Parisiens.

Spekulasi masa depan Messi menjadi pembicaraan panas pecinta sepakbola, menyusul kepastian hengkangnya bintang Argentina itu dari Barcelona. LM10 resmi berpisah dengan Los Cules, Jumat (6/8/2021) dini hari WIB.

Messi sedianya masih ingin bertahan di Barcelona, begitu pula sebaliknya. Namun, aturan pembatasan gaji pemain dari LaLiga membuat peraih enam Ballon d’Or itu gagal didaftarkan sebagai pemain anyar Blaugrana di musim 2021/2022.

Paris Saint-Germain menjadi klub yang paling dikaitkan dengan Lionel Messi. Klub Prancis itu memang sudah getol mengincar pemain 34 tahun tersebut sejak musim lalu.

Kesempatan PSG mendatangkan Messi kini terbuka lebar. Klub yang berbasis di Paris itu bahkan bisa mendatangkan La Pulga secara cuma-cuma untuk memperkuat timnya di musim baru.

Isu kepindahan Messi ke PSG diperkuat dengan klaim salah satu keluarga Kerajaan Qatar, Khalifah bin Hamad Al-Thani. Kerabat dari bos PSG, Nasser Al-Khelaifi, itu menyebut kesepakatan dengan Messi sudah tercapai dan hanya menunggu pengumuman resmi saja.

Banyak yang bertanya mengapa Lionel Messi harus berpisah dengan FC Barcelona? Ini jawabannya.

Presiden FC Barcelona, Joan Laporta, mengatakan klub tidak mempunyai pilihan selain berpisah dengan Lionel Messi karena kelangsungan klub harus berada di atas segalanya meskipun harus melepas pemain terbaik dunia itu.

Laporta menyebut bahwa pihaknya sudah ingin mendaftarkan Messi ke La Liga Spanyol, namun ternyata kontrak baru Messi lebih besar dari salary cap yang mereka dapatkan.

situs bandar judi slot online

“Di La Liga, kami harus mematuhi aturan yang ada. Kami berharap mereka bisa lebih fleksibel dalam aturan ini, tetapi sayangnya tidak bisa begitu,” beber laporta.

“Masalahnya beban gaji kami besarnya 110 persen dari jumlah pemasukan kami. Jadi kami tidak punya ruang untuk menambah gaji dari tim kami karena peraturan La Liga ini berdasarkan dari aturan Financial Fair Play,” kata Laporta dalam konfrensi pers yang disiarkan secara daring dalam akun YouTube resmi klub seperti dikutip Antara dari Reuters, Jumat (6/8/2021).

Keinginan kedua belah pihak untuk kembali menjalin kerja sama tidak cukup. Sekarang Barcelona harus kehilangan pemain terbaik dalam sejarah klubnya, bahkan pemain yang disebut-sebut terhebat sepanjang masa.

Laporta mengaku berat hati mengambil keputusan ini, tetapi dia menegaskan klub harus di atas pemain, sekalipun dia pemain terbaik dunia.

“Klub ini usianya lebih dari 100 tahun dan di atas segalanya, bahkan pemain terbaik dunia sekalipun. Kami akan selalu berterima kasih atas segala yang dia lakukan bagi kami. Klub lebih penting dari pada pemain dan presiden,” urai Laporta.

“Kami sempat ingin mengambil risiko itu. Kami sadar situasi yang sebenarnya di klub ini dan kami akan sangat membahayakan klub,” imbuhnya.

“Besaran gaji adalah faktor utama yang menyebabkan situasi penuh bencana ini dan itu gara-gara dewan yang sebelumnya. Memutus kontrak yang ada sekarang juga berisiko. Kami tak bisa menghancurkan klub,” kata Laporta lagi.

Barcelona sendiri saat ini juga dihantam masalah finansial akibat kurangnya pemasukan akibat pandemi COVID-19 yang diperparah dengan utang yang mencapai hampir 1,2 miliar Euro pada 2021.

Besarnya utang, ditambah tidak seimbangnya neraca keuangan klub telah memaksa Joan Laporta mengambil keputusan berat itu demi menyelamatkan Barcelona.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed