oleh

Ada Yang Lebih Ngeri/ekstrem Dari Covid-19??

Lahanberita.com, Jakarta – Pandemi ini memang membawa duka bagi dunia. Tapi siapa sangka kalau ternyata perubahan iklim ekstrem bisa lebih ngeri dari Covid-19.

Dilansir dari CNBC, studi tentang perubahan suhu bumi kembali muncul. Menurut dia studi terdapat peningkatan hingga 74 persen pada jumlah kematian terkait dengan suhu tinggi antara tahun 1980-2016.

Ada banyak sebab mengapa suhu ekstrem kerap terjadi. Penyebab perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia menjadi salah satunya. Aktivitas manusia yang menghasilkan karbon, methanol dan emisi gas rumah kaca, transportasi hingga pertanian ini membuat kenormalan baru.

Sejak tahun 1990 saja, sudah ada 31 peningkatan kematian terkait suhu dingin ekstrem. Sementara itu dalam studi bari dari peneliti Universitas Washington mengatakan bahwa ada 64,9 juta catatan kematian dari sembilan negara berbeda.

Pada tahun 2019 sudah ada 1,69 juta kematian akibat suhu ekstrem. Dari jumlah itu, sekitar 356 ribu terkait dengan panas ekstrem dan 1,3 juta kematian karena suhu dingin ekstrem.

Tim peneliti mengatakan bahwa temuan ini adalah perkiraan konservatif dan akan terus bertambah karena dunia mengalami suhu lebih ekstrem.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, kematian dan penyakit terkait panas bisa dicegah. Namun ternyata ada lebih dari 600 orang di AS meninggal karena panas ekstrem setiap tahun dan tahun ini telah ada ratusan kematian akibat gelombang panas di barat AS.

situs bandar judi slot online

Berdasarkan sebuah proyeksi, pada akhir abad ini akan ada lebih dari setengah populasi global yang terpapar panas selama berminggu-minggu setiap tahunnya.

Sebagai informasi, suhu ekstrem bisa dikaitkan dengan sekitar 17 penyebab kematian. Misalnya sebagian besar akibat jantung dan pernapasan, selain itu juga mencakup bunuh diri, tenggelam dan juga pembunuhan.

Kesehatan mental menurut penelitian lain juga berasal dari panas yang berlebihan. Paparan suhu ekstrem ini berdampak pada hasil kelahiran wanita hamil, orang tua dengan penyakit kronis, dan anak-anak beresiko tinggi dalam masalah ini.

Rekan penulis studi, Dr Katrin Burkhart mengatakan panas yang ekstrem menghasilkan efek lebih berbahaya dari yang disebabkan suhu dingin pada wilayah panas di tempat seperti Asia Selatan, Timur Tengah dan sebagian besar Afrika.

“Sangat memprihatinkan, mengingat resiko paparan suhu tinggi nampaknya terus meningkat dalam beberapa dekade,” ungkapnya.

Sebelumnya miliuner Bill Gates mengungkapkan adanya ancaman yang lebih ngeri dari Covid-19 bernama climate change atau perubahan iklim. Ia menyebut mengakhiri pandemi Covid-19 lebih mudah daripada menyelesaikan masalah perubahan iklim. Butuh kerja sama pemerintah dan umat Bumi untuk menyelesaikannya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed