oleh

Apartemen OAKWOOD PIK Dapat Teguran Dari Pemprov DKI, WNA Karantina Bebas Bekeliaran

LahanBerita.comApartemen Oakwood di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, dinyatakan terbukti tak memenuhi standar operasional prosedur karena ada sejumlah warga negara asing yang bebas berkeliaran dan menggunakan fasilitas apartemen saat tengah menjalani karantina. Namun, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hanya memberikan teguran tertulis kepada pengelola apartemen.

Terungkap dari unggahan di medsos Informasi soal WNA yang bebas berkeliaran di apartemen Oakwood PIK ini pertama kali terungkap lewat postingan para WNA tersebut di media sosial. Dalam postingan itu, sejumlah WNA mengaku dibebaskan oleh pihak apartemen untuk keluar dari kamar. Ini Tanggapan Ketua Satgas Covid-19 Akun Instagram lena_butuzov_a misalnya, mengunggah gambar saat ia berada di area kolam renang apartemen. Ia juga menulis bahwa dirinya dibebaskan untuk meninggalkan hotel dan jalan-jalan di ibu kota.

Sementara itu, akun @elena_iluina mempromosikan Apartemen Oakwood kepada rekan-rekannya. “Jika harus menjalani karantina di Jakarta, pilih hotel ini. Tidak seperti hotel lain, hotel ini membolehkan berenang dan jalan-jalan di kota,” tulis akun itu sambil mengunggah foto dirinya sedang berada di kolam renang. Akun damiannyt juga mengunggah foto di kolam renang apartemen dengan keterangan: “…seperti ini lah karantina karantina kami.” Unggahan itu saat ini sudah tak bisa lagi diakses, tetapi tangkapan layar unggahan itu sudah terlanjur viral di media sosial.

Plt Kadisparekraf DKI Diperiksa Polisi Protes penghuni apartemen Para penghuni apartemen Oakwood PIK pun menggelar unjuk rasa untuk menolak tempat tinggalnya dijadikan lokasi karantina WNA.

Para penghuni apartemen itu menggelar unjuk rasa di lobi 1 pada Rabu (28/4/2021), sambil membentangkan spanduk penolakan. “Kami Pemilik Apartemen Gold Coast Menolak Kegiatan Karantina (Repatriasi) Yang Dilakukan Oakwood PIK di Tengah Kawasan Hunian Keluarga Mohon Perhatian Serius Pemerintah,” demikian isi spanduk itu. Para penghuni meminta pihak pengelola apartemen itu untuk menaati peraturan gubernur tentang pembinaan pengelolaan rumah susun milik (rusunami) para penghuni mempertanyakan prosedur protokol kesehatan bagi WNA yang dikarantina.

Mereka menyebut para WNA yang melakukan karantina mandiri masih sering terlihat berkeliaran di luar unit. Aduan penghuni Koalisi warga yang tergabung dalam Laporcovid-19 mengaku mendapat aduan langsung dari salah satu warga yang tinggal di apartemen itu mengenai WNA yang bebas berkeliaran saat masa karantina. Anggota tim advokasi laporan warga Laporcovid-19, Yemiko Happy mengatakan, laporan itu diterima pihaknya pada Selasa (27/4/2021) lalu dari salah seorang yang tinggal di apartemen tersebut. “Tiga hari lalu laporannya masuk.

Langsung kita teruskan ke Pemprov DKI Jakarta,” kata Yemiko kepada LAHANBERITA.COM, Jumat (30/4/2021) kemarin. Satgas: Tanggung Jawab Pemprov DKI Yemiko mengatakan, Pemprov DKI Jakarta sudah menindaklanjuti laporan itu dengan bertemu manajemen Apartemen Oakwood. Pihak manajemen Apartemen menyebut para WNA yang berkeliaran itu sudah selesai menjalani masa isolasi 5 hari dan juga telah melakukan tes PCR dengan hasil negatif. Meski demikian, Yemiko meminta Pemprov DKI Jakarta tidak begitu saja percaya dengan klaim manajemen hotel.

“Pemerintah harusnya menyelidiki hal ini, jangan langsung percaya dengan keterangan manajemen Apartemen. Karena manajemen kan membela kepentingannya agar jangan sampai merusak citra mereka,” kata Yemiko. Teguran tertulis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pun akhirnya menyelidiki kebenaran WNA yang dibiarkan berkeliaran di hotel Oakwood PIK ini. Hasilnya, Disparekraf menyimpulkan memang benar sejumlah WNA bisa keluar dari kamar dan menggunakan fasilitas apartemen selama masa karantina.

situs bandar judi slot online

Namun, Disparekraf hanya memberikan teguran kepada pengelola apartemen. Dalam surat teguran bernomor 1640/-1.828.2, Plt Kepala Disparekraf DKI Gumilar Ekalaya mengatakan bahwa Hotel Oakwood terbukti tidak menerapkan standard operating procedure (SOP) protokol kesehatan. “Usaha yang saudara kelola tidak menerapkan SOP protokol kesehatan di mana masih terdapat WNA yang berlalu-lalang pada area dan menggunakan fasilitas penunjang hotel,” tulis Gumilar.

Pemprov DKI Tegur Hotel Oakwood PIK Ia juga menyebutkan, manajemen Hotel Oakwood PIK tidak melaksanakan kewajiban aturan selama perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro pada sektor usaha pariwisata. Gumilar menyebut Disparekraf saat ini hanya memberikan teguran tertulis kepada pihak manajemen hotel.

“Selanjutnya apabila ditemukan pelanggaran perlindungan kesehatan masyarakat secara berulang, maka akan dilakukan penghentian sementara kegiatan selama tiga hari dengan memasang segel pada pintu masuk sesuai dengan Pasal 19 Ayat 2b Pergub 3 Tahun 2021,” tulis Gumilar dalam surat teguran itu. Tidak tegas Yemiko dari Laporcovid-19 menyesalkan langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang hanya memberi teguran kepada manajemen Apartemen Oakwood. Yemiko menilai, sanksi teguran itu tak cukup tegas bagi sebuah apartemen yang telah membiarkan WNA mondar-mandir saat karantina.

“Apa yang terjadi ini sangat berbahaya, karena kita juga sedang menghadapi berbagai varian baru virus corona,” kata Yemiko. Ia pun mengingatkan, Apartemen Oakwood itu memang tak hanya dikhususkan sebagai fasilitas karantina. Banyak juga warga yang tinggal di apartemen itu. Belum lagi, apartemen itu juga disewakan secara harian kepada masyarakat umum. “Kalau kita biarkan WNA yang masih masa karantina berkeliaran, itu kan bahaya sekali,” kata Yemiko.

Ini Penjelasannya Yemiko juga menilai, perlakuan pemerintah terhadap apartemen Oakwood ini tidak adil jika dibandingkan dengan perlakuan pemerintah kepada masyarakat umum. “Banyak orang di luar sana dapat sanksi tegas, tapi kenapa saat berhadapan dengan pihak yang punya privilege lebih seperti pengusaha, kita hanya beri sanski administrasi,” kata dia. Ia mencontohkan, di satu sisi pemerintah secara tegas melarang mudik. Namun, di sisi lain pengawasan WNA yang datang dari luar negeri masih amburadul dan sanksinya pun tak tegas.

“Pemerintah jangan standar ganda. Kalau bisa tegas dengan orang miskin kenapa lembek pada orang kaya?” ucap Yemiko. Pernyataan manajemen General Manager Oakwood Apartment Christian Jacob mengatakan, pihaknya menjadi ditunjuk oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) sebagai tempat karantina bagi WNA sejak tiga bulan lalu. Namun, ia membantah pihaknya sengaja membolehkan WNA yang tengah karantina untuk keluar dari kamarnya. Ia memastikan, manajemen sudah melarang WNA untuk tidak boleh keluar kamar selama masa karantina.

“Di dalam kamar pun kami juga memberikan surat teguran, memberi tahu bahwa tidak boleh keluar kamar,” ucap Christian dikutip dari LAHANBERITA.COM. “Apabila dia keluar kamar, sanksinya adalah tidak akan keluar surat clearance letter yang dibutuhkan oleh tamu repatriasi,” kata dia.

Christian tak menjelaskan lebih jauh bagaimana pengawasan terhadap para WNA tersebut. Pada Sabtu (1/5/2021) siang ini, pihak Apartemen Oakwood PIK berencana menggelar konferensi pers untuk menanggapi soal teguran yang dilayangkan Pemprov DKI.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed